Breaking News:

Target PAD Beltim Dari Sampah, Hampir Setengah Miliar Rupiah

Jumlah ini dihasilkan dari iuran yang dipungut dari 2.213 pelanggan rumah tangga di Kecamatan Manggar, Gantung, Kelapa Kampit dan Damar

Editor: Rusmiadi
Istimewa
Alat berat memindahkan sampah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Travo Mayang, Kecamatan Damar 

Restribusi Sampah Sumbang PAD Ratusan Juta

POSBELITUNG.COM, MANGGAR - Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat (DCKPR) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menargetkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 400.000.000 setiap tahunnya, dari hasil restribusi sampah.

Jumlah ini dihasilkan dari iuran bulanan dan harian sampah yang dipungut dari 2.213 pelanggan rumah tangga di Kecamatan Manggar, Gantung, Kelapa Kampit dan Damar. Selain itu, restribusi harian juga dipungut dari pedagang musiman di 4 pasar di Kabupaten Beltim.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Pemukiman DCKPR Kabupaten Beltim, Wahyudin mengatakan setiap tahunnya ada peningkatan yang signifikan terhadap pemasukan dari restribusi sampah.

Jika di tahun 2014 lalu restribusi sampah mencapai Rp 371.851.00, maka di akhir tahun 2015 jumlahnya meningkat menjadi Rp 414.600.000.

“Kalau paling banyak itu disumbangkan oleh sampah rumah tangga atau restribusi bulanan sekitar 300 jutaan. Kalau untuk sampah harian hanya mencapai 100 juta,” ungkap Wahyudin.

Untuk iuran sampah, Pria yang akrab dipanggil Mandor ini menjelaskan sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah, ada tiga jenis restribusi yang dikenakan.

Untuk sampah rumah tangga setiap bulannya dipungut Rp 8.000 perbulan, Individual tidak langsung Rp 5.000 perbulan, dan untuk Iuran harian Rp 1.000 perhari.

“Beda-beda nominalnya, untuk individual tidak langsung biasaya yang di komplek cukup 5 ribu, karena kita ambil ke satu tempat. Kalau pedagang pasar itu ada yang kios bulannan yang lapak kita ambil sistem harian,” jelasnya.

Meski cukup murah, Mandor mengungkapkan kesadaran warga untuk membayar iuran rendah. Tidak sedikit yang enggan untuk membayar saat ditagih

“Biasanya pas sampahnya banyak mau bayar iuran, pas sampahnya sedikit mulai nunggak samapi ingin stop langganan,” katanya.

Saat ini DCKPR sedang menggejot penerimaan dari restribusi sampah dengan memberikan sosilisasi kepada masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan akan tumbuh.(Humas Setda Beltim/Fauzi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved