Breaking News:

Dulunya Kali Angke, Sekarang Kalijodo, Ini Riwayatnya

Orang-orang bisa mendapat jodoh bermula saat pesta air dalam perayaan peh cun.

KOMPAS.COM/AKHDI MARTIN PRATAMA
Suasana siang hari di kawasan Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara, Selasa (9/2/2016). Kawasan tersebut banyak berderet tempat hiburan malam. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Ridwan Saidi menyebutkan kawasan Kalijodo dulu hanya dikenal dengan sebutan Kali Angke, sekitar tahun 1950-an.

Namun, kata budayawan Betawi itu, karena di sana sering diselenggarakan perayaan peh cun dan pesta air, maka lama-kelamaan dinamai Kalijodo hingga sekarang.

"Dulu disebut peh cun di Kali Angke, belum Kalijodo. Begitu terkenal, maka dinamailah Kalijodo, karena orang dapat jodoh di situ," kata Ridwan saat berbincang dengan Kompas.com di kediamannya, Jumat (12/2/2016).

Orang-orang bisa mendapat jodoh bermula saat pesta air dalam perayaan peh cun.

Pesta air itu diikuti oleh muda-mudi laki-laki dan perempuan yang sama-sama menaiki perahu melintasi Kali Angke.

Kala itu, setiap perahu diisi oleh tiga sampai empat orang laki-laki atau perempuan.

Di perahu tersebut, si laki-laki akan melihat ke perahu yang berisi perempuan.

Jika ada yang ditaksir oleh laki-laki itu, maka dia akan melempar sebuah kue ke arah sang perempuan.

Kue yang dilempar bernama tiong cu pia, yakni kue dari campuran terigu yang di dalamnya ada kacang hijau.

Kue yang sama akan dilempar oleh si perempuan kalau dia juga menyukai laki-laki yang melemparinya kue.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved