Breaking News:

Liputan Khusus Tambang

Kota Tanjungpandan Belitung Belum Bebas dari Tambang

Ada ratusan hektar luas lokasi izin usaha pertambangan (IUP) yang masih aktif, di wilayah Tanjungpandan, Ibu Kota Kabupaten Belitung saat ini.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Dede Suhendar
Lokasi eks tambang ilegal di Dusun Aik Ranggong, Desa Air Sagak terbengkalai usai dilakukan penertiban beberapa waktu lalu. Foto diambil Sabtu (12/2/2016). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Ada ratusan hektar luas lokasi izin usaha pertambangan (IUP) yang masih aktif, di wilayah Tanjungpandan, Ibu Kota Kabupaten Belitung saat ini.

Diantara IUP tersebut ada penambangan logam berupa timah dengan luas 49 hektar, sisanya penambangan non logam, seperti pasir, kaolin.

"Perusahaan pemegang IUP timah itu sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Rata rata yang masih aktif menambang pemegang IUP pasir dan kaolin," ujar Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Belitung, Edi Usdianto, kepada posbelitung.com, Sabtu (13/2/2016).

BACA: Pantai Sengaran Jadi Titik Terlama Pengamatan GMT

Ia menjelaskan pemegang IUP dengan lokasi tambang di wilayah Tanjungpandan, tercatat hanya lima perusahaan.

Satu dari lima tersebut untuk kegiatan penambangan timah, yakni oleh PT BIP, dengan masa berlaku IUP hingga 2018. Namun sejauh ini, perusahaan tambang itu tidak beroperasi.

Aktivtas penambangan timah selama ini dilakukan secara konvensional oleh warga, di atas permukaan air maupun di darat.

Seperti di Kolong Gelam yang biasa disebut warga masayarakat setempat. Kolong Gelam ini berada di Jalan Dukong, RT 01/01 Dusun Pilang I, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan. Saat itu, Sabtu (13/2) terlihat ada aktivitas penambangan timah.

BACA: Hotel di Belitung Timur Full Booking

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved