Mitos Ditelannya Matahari dan Bulan Oleh Rau Sebabkan Gerhana

Ketika terjadi gerhana baik matahari maupun bulan, maka akan banyak turun hantu atau makhlus halus ke bumi.

Mitos Ditelannya Matahari dan Bulan Oleh Rau Sebabkan Gerhana
net
Ilustrasi GMT 

Dikatakan pria yang juga dikenal sebagai budayawan ini, cerita atau mitos yang beredar di sebagian masyarakat Bangka Belitung di balik peristiwa gerhana ternyata dipengaruhi oleh budaya dan agama Hindu aliran Waisnawa yang menyembah Dea Wisnu sejak abad kelima masehi lalu.

Dalam mitologi dan kepercayaan agama Hindu, yang dikenal masyarakat Bangka Belitung saat itu, peristiwa gerhana Matahari dan bulan terjadi karena ditelan Mahluk benama RAU.

RAU ini, awalnya berusaha mencuri Tirta amerta (air Suci Kehidupan-red). Padahal Air itu, hanya diperuntukkan bagi dewata.

Ketika hendak mencuri itulah, RAU ketahuan oleh Dewi Ratih yang kemudian melapor ke Dewa Wisnu. Dewa Wisnu murka dan melepaskan senjatanya, berupa cakra memenggal kepada RAU.

Namun kepala RAU yang terpenggal mengelinding ke Tirta Amerta, sehingga RAU hidup abadi.

Ingin membalas Dendam, maka RAU terus mencari keberadaan Dewi Ratih termasuk dengan cara menelan matahari atau bulan.

"Makanya ada kepercayaan masyarakat, memukul kentungan, lesung, bambu dan sebagainya agar RAU memuntahkan kembali matahari atau bulan yang ditelan," ucapnya.

Selain itu, lanjut Akhmad Elvian, ada juga yang menyatakan bahwa adanya Gerhana Matahri atau bulan, karena akan ada peristiwa besar.

Mereka ini, berpatokan dengan peristiwa meninggalnya putra Nabi Muhamad SAW bernama Ibrahim yang berumur masih hitungan bulan.

"Padahal jelas, adanya peristiwa alam ini, merupakan dua tanda kekuasaan tuhan, bahkan Rasulullah (Nabi Muhammad) sendiri menganjurkan umat muslim untuk memperbanyak Shalat, berdoa, serta banyak bersedekah," katanya.

"Rasulullah sendiri, menampik peristiwa meninggalnya putra tersebut, ada kaitan dengan gerhana. Itu hanya mitos dan tahayul, Rasulullah mengajarkan, gerhana merupakan tanda kekuasaan tuhan makanya dianjurkan Salat sedekah dan berdoa, sebab tanda alam ini, bisa bermacam-macam. Yang jelas perbanyak ibadah," ucapnya. (Zky)

Penulis: zulkodri
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved