Breaking News:

Aktivitas Dream for Freedom (D4F) Berhenti 20 Ribu Member di Babel Ditawari 2 Opsi

Sekretaris Nesia Babel, Amar Silangit menyebut saat ini pihaknya memiliki dua pilihan, berhenti atau meneruskan keanggotaan.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
net
Dream For Fredom 

Rahman menegaskan tidak ada yang ditutup-tutupi dalam D4F. Dengan anggota yang ada saat ini, dia menyebut uang yang masuk ke D4F mencapai di atas Rp 130 miliar.

"Untuk pertumbuhan setiap hari di provinsi kita total omzetnya rata-rata Rp 1 miliar," ujar pria yang juga berstatus sebagai pengajar SMK tersebut.

Direstart
Henri Butar-Butar, anggota Dream for Freedom yang sudah berada di level Manager Ruby menyebut sistem D4F saat ini sedang restart. Kepada KONTAN, Selasa (16/2) lalu, dia mengatakan seharusnya anggota tidak panik karena pembayaran hak akan tetap dilaksanakan oleh pihak Dream for Freedom, hanya saja dengan proses yang lebih lama dari biasanya.

Sebelumnya, setiap anggota di Dream for Freedom tadinya dapat mengambil haknya setiap 15 hari sekali. Untuk saat ini, "Ada dua opsi yang bisa dipilih, lanjut atau recovery akun," kata Henri.

Untuk opsi lanjut artinya sang anggota harus siap menerima konsekuensi hangusnya beberapa hak berupa bonus aktif dan pasif hingga 22 Februari 2016 nanti.

Lanjut dalam artian, sang anggota masih bersedia tergabung dengan sistem dan nantinya ketika website sudah dapat diakses semua akan kembali ke level 0. "Nantinya kan dari pertumbuhan anggota baru setelah restart, bonus aktif akan tetap dibayarkan," jelas Henri.

Sedangkan untuk bonus pasif sendiri menurut Henri baru akan kembali diberlakukan setelah 50% dana anggota yang memilih recovery mampu dibayarkan oleh perusahaan.

Ini tentunya berkaitan dengan opsi kedua yakni anggota bisa memilih recovery akun. Yang mana anggota keluar dari sistem dan mengambil semua haknya. Hak tersebut akan dibayarkan tanpa batas waktu yang ditentukan.

Nantinya jika ingin bergabung lagi tentu diperbolehkan dengan cara mendaftarkan diri dan buat akun baru lagi. "Pasti dibayar. Manajemen akan bertanggung jawab," ujar pria yang berdomisili di Balikpapan ini.

Sebelumnya menurut Henri pada Maret 2015 lalu, sistem D4F sudah pernah direstart dan pembayaran semua hak terselesaikan dua bulan setelahnya. Hal ini yang dijadikan kepercayaan bagi Henri untuk melanjutkan keanggotannya. (bow/KONTAN)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved