Mau Diberi Uang, Gapabel Malah Marah, Ini Alasannya

Ketua Gapabel beserta anggotanya sempat berdebat dengan suplier terkait pembuangan limbah roti di Sungai Bicong, Desa Aik Rayak, Minggu (20/2/2016).

Penulis: Dede Suhendar |
Pos Belitung/Dede Suhendar
Kelompok Gapabel tengah membersihkan aliran sungai bicong, Desa Aik Rayak dari sampah limbah roti, Minggu (20/2/2016) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Ketua Gapabel beserta anggotanya sempat berdebat dengan suplier terkait pembuangan limbah roti di Sungai Bicong, Desa Aik Rayak, Minggu (20/2/2016).

Perdebatan bermulai saat rombongan Gapabel membawa beberapa karung sampah roti tersebut menuju kediaman suplier.

Kemudian, suplier yang diketahui bernama Franki mengatakan pembuangan sampah tersebut sudah dipercayakan kepada pihak lain.

Sehingga dirinya tidak mengetahui jika sampah tersebut dibuang di aliran sungai.

"Kami minta maaf kalau seperti itu, karena kami sudah bayar orang tuk buang sampahnya. Ini juga baru pertama kali, sebelumnya gak ada sisa, laku terjual semua," ujarnya di hadapan Gapabel.

Perdebatan memanas ketika Gapabel ditawarkan uang terima kasih oleh keluarga Franki atas tindakan yang telah dilakukan.

Menurut Ketua Gapabel, Jookie Vebriansyah, kegiatan ini bukan mencari keuntungan sepihak.

"Kami minta kegiatan ini jangan diulangi lagi, buang lah sampah di TPA bukan di sungai. Gapabel juga bukan mencari uang," tegasnya.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved