Ritual Buang Jong, Wisata Budaya di Jalur Selatan Belitung Timur

Disbudpar Beltim memasukkan Buang Jong ke wisata budaya di jalur selatan wisata meliputi Kecamatan Gantung, Simpang Pesak, dan Kecamatan Dendang.

Ritual Buang Jong, Wisata Budaya di Jalur Selatan Belitung Timur
pos belitung/Yudistira GP
Suasana ritual adat Buang Jong Suku Sawang pada malam pertama dari sejumlah rangkaian yang akan digelar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim, Kamis (25/2/2016) malam. 

POSBELITUNG.COM - Atraksi budaya ritual Buang Jong Suku Sawang di Dusun Seberang, Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada tahun 2016 dinilai akan semakin menarik. Pada tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Beltim memfasilitasi lagi atraksi tersebut yang dikemas secara apik, rapi, dan profesional.

Kadisbudpar Beltim Helly Tjandra mengklasifikasikan event budaya tahunan tersebut masuk dalam jalur selatan wisata Beltim meliputi Kecamatan Gantung, Kecamatan Simpang Pesak, dan Kecamatan Dendang.

Jalur ini, kata Helly, melewati sejumlah sejumlah objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan melalui tour and travel agent seperti kawasan replika SD Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata, hingga Pantai Punai.

"Harapannya memperkenalkan kepada orang bahwa di sini ada komunikasi Suku Sawang atau Suku Sekak yang memiliki tradisi dan diimplemententasikan berupa Festival Buang Jong," kata Helly kepada Pos Belitung, Jumat (26/2/2016).

Lanjut Helly, pihaknya juga mengharapkan adanya atraksi budaya tahunan tersebut dapat berlanjut dengan terbentukanya perkampungan Seni dan Budaya Suku Sawang. Perkampungan ini nantinya dapat menghadirkan kehidupan asli Suku Sawang seperti Suku Sasak di Lombok dan kebudayaan Suku Ale-Ale di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Hal ini juga dinilai sebagai satu dari sejumlah upaya merintis pembangunan pariwisata Beltim.

"Dengan ciri khasnya Suku Sawang, kami berharap berdiri perkampungan yang walaupun hanya beberapa kepala keluarga, tapi menggali lagi ciri khas suku laut. Ini dapat ditunjukkan kepada wisatawan, sehingga wisata Beltim banyak ragam, bukan hanya alam, tapi juga budaya," beber Helly.

Ia menambahkan, atraksi budaya ritual Buang Jong suku Sawang juga telah didukung Kemanparekraf RI. Warga dan komunitas Suku Sawang juga dinilai telah peduli dan menggali produk-produk ekonomi kreatif dengan menciptakan aksesoris seperti topi, pin, dan mug sebagai upaya pembangunan ini.

"Ini juga dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata. Ini sudah mulai diambil alih. Mereka juga akan datang pas puncak acara. Kami juga selalu promosikan kepada media," ujar Helly. (m3)

Baca Pos Belitung Edisi Cetak Sabtu (27/2/2016).

Update: posbelitung.com

Like: Pos Belitung

Follow: @PosBel

Editor: tidakada024
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved