Belasan Bocah SD Terjaring Razia Selama Ops Simpatik

Sebanyak 17 orang pelajar duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) terjaring razia selama 15 hari pelaksanaan Operasi Simpatik Menumbing Tahun 2016.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Plang tanda operasi simpatik menumbing 2016, terpasang di pusat Kota Tanjungpandan. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Sebanyak 17 orang pelajar duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) terjaring razia selama 15 hari pelaksanaan Operasi Simpatik Menumbing Tahun 2016.

Pelajar ini terjaring polisi karena telah melanggar aturan lalu lintas di Jalan Raya, seputaran Tanjungpandan, Belitung.

"Itu langsung kami berikan teguran, pertama mereka belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi)," kata Kaur Mintu Satlantas Polres Belitung, Brigadir Mifftah Hayyi kepada posbelitung.com, Selasa (15/3/2016).

Selain itu, di kalangan pelajar SLTP polisi juga menemukan berbagai jenis pelanggar.

"Kalau tingkatan SLTP, ada 20 orang pengendara, dan SLTA hanya dua orang. Itu macam-macam, ada yang tidak menggunakan helm, tidak motor nya tidak standar," ujarnya.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved