Tabrakan Kapal Laut
Ini Kapal yang Diduga Tabrak Nelayan Versi HSNI
Herman mengatakan, saat ini perairan di sekitar Pulau Nangka dan Pesemut sedang musim Tenggiri.
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.COM,BELITUNG - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung Timur, Herman menduga kapal penabrak perahu nelayan asal Desa Baru, Kecamatan Mangar, Senin (14/3/2016) dini hari kemarin, adalah kapal barang.
Dia menduga, kemudi kapal tersebut tak menggunakan sistem autopilot, artinya kapal dikendalikan secara manual.
"Bisa jadi juru mudinya ngantuk jadi menabrak nelayan. Karena posisi nelayan itu pas di utaranya lagi kan ada kapal nelayan juga, di belakangnya juga ada kapal nelayan, korban kan di tengah-tengah. Mereka juga pasang lampu kan. Kenapa masih bisa ketabrak," beber Herman kepada Pos Belitung, Selasa (15/3/2016).
Herman mengatakan, saat ini perairan di sekitar Pulau Nangka dan Pesemut sedang musim Tenggiri. Nelayan menunggu dan memburu momen ini.
"Di sana banyak Tenggiri, ini awal musim tenggiri di utara itu. Nanti terakhir, musim tenggiri di akhir akan kembali mendekati wilayah Beltim atau kembali selatan pula," ujarnya.
Senin (14/3/2016) dinihari sebuah kapal milik nelayan yang beralamat di RT04/RW 02 Desa Baru, Kecamatan Manggar, Beltim, dihantam kapal besar tak dikenal. Akibat kejadian itu, kapal terbalik dan terbelah dua.
Kejadian ini memakan satu korban meninggal dunia, satu masih dinyatakan hilang, dan dua korban selamat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kapal-nelayan_20151219_225239.jpg)