Bisikan Gaib di Keraton Jogja, Hentikan Perundingan 4 Bulan dengan Belanda

Tiba-tiba terdengar suara berbicara dalam bahasa Jawa dengan nada berat...

Bisikan Gaib di Keraton Jogja, Hentikan Perundingan 4 Bulan dengan Belanda
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Keraton Yogyakarta 

POSBELITUNG.COM, YOGYA - Dulu, dulu sekali, Minggu Kliwon 22 Oktober 1939, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VIII mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Onder de Bogen, Yap Boulevard (sekarang menjadi RS Panti Rapih), setelah menahun menderita diabetes.

Belum genap 28 tahun usia pemuda itu. Gusti Raden Mas (GRM) Dorodjatun sudah dihadapkan dengan takdir bahwa dia adalah calon raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berikutnya.

Ini adalah sebuah warita yang disitir dari Takhta Untuk Rakyat, Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX.

Dalam pustaka itu, Dorodjatun yang kemudian bergelar Sri Sultan HB IX berujar, "Saya benar-benar belum apa-apa waktu itu. Tapi, yah apa boleh buat! Keadaan menempatkan saya pada situasi demikian, harus dihadapi saja."

Tak lama setelah sang ayah meninggal, Dorodjatun mulai melakukan perundingan kontrak politik dengan Gubernur Belanda untuk Yogyakarta, Dr Adam.

Pertemuan ini berlangsung secara maraton nan alot. Tak ada kesepakatan yang didapat selama empat bulan yang begitu menguras pikiran.

Keduanya sama-sama kukuh dengan pandangan masing-masing. Terutama mengenai tiga hal pokok, yakni jabatan patih, dewan penasihat dan soal prajurit keraton.

Hampir tak ada titik temu. Bahkan sejarawan mencatat ini adalah dialog paling lama sepanjang sejarah ketika terjadi suksesi di keraton. Dorodjatun maupun Dr Adam buntu.

Mungkin saja, Dorodjatun yang ditempa pendidikan barat sejak usia 4 tahun hingga ke Universitas Leiden terbuka cakrawalanya.

Alhasil tak mudah bagi pemerintahan kolonial menundukkan kerajaan leluhurnya dengan perjanjian yang merugikan, seperti yang sudah-sudah.

Halaman
123
Editor: aladhi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved