Breaking News:

Penangkapan Timah 9,5 Ton Tujuan Belitung di Riau Bikin Danpos AL Mindanau Bingung

Pasalnya pasir timah yang ditangkap di perairan Marok Tua, Dabo Singkep, Kepulauan Riau itu, rencananya hendak dikirimkan ke Belitung.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Edy Yusmanto
Kris Mada
Awak perahu cepat Riski One ditahan di Kantor Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Kepulauan Riau di kawasan Sekupang, Batam. Perahu itu dipakai untuk menyelundupkan lima ton pasir timah dari Lingga, Kepulauan Riau. Diduga, pasir timah akan dibawa ke Singapura 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Penemuan 9,5 ton pasir timah, diduga barang seludupan yang ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jumat (25/3) sekitar pukul 04.30 WIB, membuat Danpos TNI AL Mendanau Kapten (P) Laut, Salam kebingungan.

Pasalnya pasir timah yang ditangkap di perairan Marok Tua, Dabo Singkep, Kepulauan Riau itu, rencananya hendak dikirimkan ke Belitung. Tujuan wilayah pengiriman itu, membuat Kapten Salam, terbingung.

BACA: Timah Ilegal 9,5 Ton Diduga Hendak Dibawa ke Belitung Ditangkap TNI AL di Kepulauan Riau

"Masa dari Riau ke Belitung, terbalik mungkin, dari Belitung ke Riau. Coba di cek ke Belitung Timur (Beltim), soalnya yang produksi timah itu banyak di Beltim," kata Kapten Salam kepada posbelitung.com, Jumat (25/3/2016).

Semula pasir timah itu, dikutip dari Kompas.com merupakan milik seseorang bernama La Ode. Warga asal Belitung itu, membawa timah selundupan tersebut, dengan menggunakan kapal KM Kawal Jaya 1 Grosstone (GT) 23.

Kapal tersebut dimiliki seseorang bernama Siang Ting AL Subagio, dengan nakhoda bernama Busuwadi. Saat ini, kapal berikut muatan berupa pasir timah itu, telah di amankan di Lanal Dabo Singkep.

"Untuk nama-nama itu juga, kami tidak mengetahui. Nama kapal nya juga tidak kami ketahui, apalagi nama pemilik timah itu. Tapi coba di cek ke Belitung Timur, soalnya disini tidak ada," ujarnya. (N3).

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved