Ini Akibatnya Bila Tinggalkan Ruang Ujian Lebih dari 10 Menit Saat UN

Pada saat pelaksanaannya nanti, sekolah sudah standby sejak H-2 ujian untuk menerima master ribuan soal.

Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Kepala SMA N 1 Manggar Dian Iryani 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Kepala SMA N 1 Manggar Dian Iryani menjelaskan bagaimana UN CBT (Computer Based Test) bisa mencegah dari peluang atau sekadar munculnya isu kebocoran soal seperti terjadi pelaksanaan UN konvensional saban tahun.

Jaminan itu dapat terlihat dari teknis pelaksanannya yang tak memberikan kesempatan bagi siswa untuk meninggalkan ruang ujian lebih dari 10 menit.

"Jika lebih dari 10 menit, dia harus mengulang dari awal dengan token yang baru. Jawaban yang sudah diisi pun ngulang dari awal," kata Dian kepada Pos Belitung, Senin (28/3/2016).

Pada saat pelaksanaannya nanti, sekolah sudah standby sejak H-2 ujian untuk menerima master ribuan soal.

Dia mengatakan meski soal sudah diterima namun belum bisa diutak-atik karena token baru akan diberikan oleh pusat hanya beberapa jam sebelum ujian dimulai.

"Token itu pun selalu berubah-ubah," katanya.

Kata Dian, satu hal yang harus dipastikan adalah keandalan koneksi server ke pusat.

Pasalnya, kata Dian, server tersebutlah yang akan mentransfer semua jawaban siswa ke pusat untuk dinilai.

"Semua ini juga sudah kami sosialisasikan kepada orangtua siswa dan siswa itu sendiri," katanya.

Siswa SMA/SMK akan mengikuti Ujian Nasional pada 4 April mendatang. Selain sekolah yang mengikuti UN konvensional, terdapat tiga sekolah di Belitung Timur (SMA N 1 Manggar, SMK N1 Manggar, dan SMK N 1 Kelapakampit) yang akan melaksanakan UN CBT.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved