Breaking News:

Korut Kesulitan Pasok Emas dan Barang Langka ke China

Sebutan rare earths merujuk sekelompok elemen logam kimia yang serupa, seperti seri lantanida

Reuters/KCNA
Pemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, saat memeriksa latihan militer di sebuah tempat di negaranya, tanpa disebut namanya. Foto ini dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 25 Maret 2016. 

POSBELITUNG.COM, BEIJING - Pemerintah China, Selasa (5/4/2016), mulai melarang impor emas dan barang langka yang disebut rare earths serta ekspor bahan bakar jet dan produk minyak lainnya dari dan ke Korea Utara.

BACA : Negara-negara Ini Miliki Sistem Parkir Canggih dan Unik

Sebutan rare earths merujuk sekelompok elemen logam kimia yang serupa, seperti seri lantanida dan (biasanya) skandium dan itrium. Jenis itu sangat langka, tetapi selalu tersedia bersamaan di alam dan sulit untuk memisahkan satu sama lainnya.

Langkah yang diambil oleh otoritas Beijing, yakni Kementerian Perdagangan China itu, dilakukan sejalan dengan sanksi yang juga diterapkan Amerika Serikat terhadap Pyongyang.

BACA : Pilot Cantik Ini Bikin Anda Kagum dan Melongo

Pada awal Maret lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan resolusi baru. Resolusi itu memberikan sanksi lebih tegas kepada Korut karena melakukan uji coba nuklir keempat pada 6 Januari lalu, yang diikuti beberapa kali penembakan rudal balistik jarak pendek.

BACA : Lihat Senyum Manis Pevita Pearce, Netizen Terpukau

Sekalipun Pyongyang merupakan sekutu dekat Beijing, dan China juga merupakan mitra dagang terbesar bagi Korut, Beijing tidak menghiraukannya lagi akibat peningkatan program nuklir Korut.

Kebijakan baru Beijing itu tampaknya akan mengganggu stabilitas ekonomi Korut yang kini dipimpin oleh Kim Jong Un. Pemimpin muda ini lebih banyak menantang negara besar di PBB.

BACA : Wanita Jangan Anggap Remeh, Ini Tujuh Tanda Kanker Serviks

Hubungan bilateral dan diplomatic Korut-China mulai merenggang setelah sanksi baru PBB diterapkan pada Maret lalu.

Pyongyang dalam sebuah saluran resmi Partai Pekerja, Rodong Sinmun, menyindir Beijing. Bahwa China saat ini telah menyerah dan lebih tunduk di bawah ketika Amerika Serikat dan mengabaikan persahabatan dengan Korut.

BACA : Surat Pemberhentian Fahri Hamzah Beredar, Internal PKS Gaduh

Usai gelar Konferensi Tingkat Tinggi Nuklir di Washington DC pekan lalu, Presiden AS Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping telah besepakat meningkatkan kerja sama untuk denuklirisasi di Semenanjung Korea. Sanksi penuh akan diberikan kepada Pyongyang. (*)

Editor: Kamri
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved