Jangan Lakukan Ini Saat Bercinta Atau Tahu Sendiri Akibatnya
Saat seranjang bersama pasangan, ada beberapa kesalahan umum yang mungkin tidak Anda sadari.
POSBELITUNG.COM - Tidak ada aturan mengikat terkait aktivitas seksual. Semua tergantung pada taste Anda dan pasangan.
Tapi masalahnya, masing-masing orang punya ekspektasi terhadap cerita seksnya. Karena itu, ada larangan bercinta yang harus Anda hindari.
Baca: Perkosa Anak Tetangga yang Masih SMP, Pria Ini Juga Merekam Perbuatannya
Saat seranjang bersama pasangan, ada beberapa kesalahan umum yang mungkin tidak Anda sadari.
Kalau ia cenderung menyembunyikannya, sebagai pasangan, sebaiknya Anda bisa menangkap sinyal kesalahan itu.
Berikut delapan kesalahan yang harus dihindari selama bercinta, seperti dilansir Times of India dikutip dari dechacare.com.
Baca: Misteri Kematian 61 Orang dalam 45 Hari, Ini Hasil Investigasi Komnas HAM
Tidak mencium
Percaya atau tidak, banyak orang (termasuk wanita) tidak mencium pasangannya ketika berhubungan seks.
Mengapa? Mungkin karena posisi bercinta tidak memungkinkannya untuk mencium atau karena terlalu bersemangat mencapai klimaks.
Tanpa disadari, hal ini bisa mematahkan semangat irama percintaan. Jadikan ciuman salah satu aksi menuju puncak kenikmatan yang tak boleh tertinggal.
Baca: Duh, Selebrasi Usai UN Siswi SMA dari Coret-coret Baju Hingga Robek Rok Tinggi-tinggi
Menggigit sebelum pasangan siap
Sementara sebagian orang begitu menikmati aksi agresif pasangan, menggigit salah satu bagian tubuh sebelum tubuh mereka benar-benar siap akan terasa menyakitkan, tidak nyaman, bahkan membuatnya ketakutan.
Jadi, pastikan pasangan Anda siap sepenuhnya sebelum Anda menggigit telinga, bahu, leher atau bagian tubuh lainnya.
Baca: Berpakaian Seperti Ini, Pasha Jadi Gunjingan di Media Sosial
Mengabaikan bagian tubuh lain
Dalam urusan ranjang, alat genital memang penting, tapi sepatutnya Anda juga memperhatikan bagian lain tubuh lain.
Fokus pula pada bagian tubuhnya, seperti lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut sebagai area sangat sensitif pria, juga wanita.
Belaian lembut di area ini akan membantu merangsang pasangan Anda. Dan pada gilirannya, meningkatkan kesempatan mereka untuk memuaskan Anda.
Baca: Netizen Heboh, Anggita Sari Unggah Foto Ada Pria Tanpa Baju Tengkurap di Sampingnya
“Menumpahkan” berat badan ke pasangan
Ketika berada di atas tubuh pasangan, Anda harus berhati-hati untuk tidak “menumpahkan” berat badan sepenuhnya.
Menutupi akses pasangan untuk bernapas atau menghambat laju aksinya tentu membunuh kesenangan momen pergumulan.
Baca: (Foto) Berpose Bugil di Danau Suci, Model Cantik Ini Dikecam Netizen
Mencapai klimaks terlalu cepat atau terlalu lambat
Ini terutama dilakukan oleh pria. Para pria, Anda perlu mengendalikan otot-otot dengan baik untuk memastikan bahwa Anda ejakulasi dalam waktu yang tepat.
Jika terlalu cepat, Anda bisa meninggalkan ketidakpuasan pada pasangan, tapi terlalu lamban pun meninggalkan kesan Anda tak kuat mencapai klimaks.
Untuk menghindari hal ini, sediakan banyak waktu untuk foreplay (berlaku pada pria dan wanita).
Jika Anda butuh waktu lama dan hanya bisa ejakulasi melalui rangsangan manual, lebih baik pasangan orgasme lebih dulu, untuk kemudian ia bisa “melayani” Anda.
Baca: Ayam Jago yang Mahir Bermain Gitar, Awalnya Disangka Ayam Betina
Kemudian, kalau Anda ingin quickie sex, pastikan pasangan tahu keinginan Anda.
Jangan sampai ekspektasinya terlalu tinggi untuk menikmati percintaan panjang, padahal Anda ingin segera mengakhirinya.
Tidak memberitahu saat ingin mencapai klimaks
Kalau Anda ingin mengakhiri pergumulan, katakan pada pasangan dengan kalimat sederhana, misalnya “Aku siap.” Agar tak kecewa, pasangan harus tahu.
Baca: Tiga Model Majalah Dewasa Menangis di Pengadilan, Diadili Gara-gara Bercinta Sambil Pesta Sabu
Terlalu diam
Suara yang keluar saat bercinta menjadi salah satu penghargaan Anda terhadap pasangan, misal lewat erangan atau bahkan mengatakan sesuatu seperti, "Itu rasanya sangat menyenangkan".
Hal tersebut pun memberi panduan mereka, akan meneruskan ataukah menghentikan aksinya dan mencari zona erangan Anda lainnya.
Baca: Kredit Mobil Sampai 8 Tahun, Ini Plus Minusnya
Aksi mekanis
Pasangan bukanlah mesin seks yang selalu panas setiap kali Anda memerlukannya. Ia adalah partner Anda untuk bersama-sama mencapai puncak kenikmatan.
Pastikan Anda mencampurkan kecepatan dan intensitas aksi yang dilancarkan, dari cepat ke lambat, dan sebaliknya.
Jadilah pasangan kreatif Anda. Selanjutnya, Anda bisa menikmati variasi itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bercinta_20160328_230340.jpg)