Mendagri Ingatkan Ahok Terkait Terhadap BPK

Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, kalau ada masalah antara Kepala Daerah dengan mitra kerja hendaknya ada tahap klarifikasi.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo (kiri) temui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (kanan) di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016). Mereka bertemu untuk membahas beberpa perosalan ibu kota sambil makan siang, satu perosalan yang dibahas tersebut, di antaranya pengelolaan sampah. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - ‎Sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berkonflik dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Padahal menurutnya seorang kepala daerah harusnya menjalin sinergi dengan siapapun mitra kerjanya.

"Sebenarnya gini, seorang kepala atau pejabat daerah dari pusat sampai kepala daerah harus bangun sinergi. Kalau ada masalah ya harus duduk bersama dibahas apakah dengan DPR, Polisi, Jaksa, termasuk BPK," kata Tjahjo di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, kalau ada masalah antara Kepala Daerah dengan mitra kerja hendaknya ada tahap klarifikasi.

Menurutnya, kalau belum apa-apa tidak menjalin komunikasi dengan baik akan berimplikasi panjang.

"Saya kalau ada masalah dengan Pak Ketua (Komisi II) bisa Whats App, telpon atau BBM. Rembuklah, dibahas dengan baik," tuturnya.

Masih kata Tjahjo, dirinya meminta kepala daerah harus saling menghargai dan jangan saling menyalahkan.

Ditegaskannya, tidak ada dampak positif dengan mempertontonkan konflik kepada masyarakat luas.

"Ada ungkapan mulutmu, harimaumu," tegasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved