WOW Pengemis di Manado Raup Rp 700 Ribu per Hari
Kadinsos Frangky Mewengkang mengatakan, sudah beberapa hari mereka mengejar para pelaku eksploitasi ini, namun masih belum tertangkap.
Laporan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken
POSBELITUNG.COM, MANADO - Seorang pengemis menangis di depan petugas Dinas Sosial dan Satpol PP Manado yang melakukan razia gelandangan dan pengemis di Pusat Kota Manado, Kamis (21/04/2016).
"Pak saya tidak minta-minta," ucapnya, Kamis.
Sementara pengemis lainnya berkeras tak mau diangkut.
"Biar le pica kapala (walau pecah kepala), saya tidak mau berdiri dari tempat ini," ujar pengemis yang mangkal di samping toko Gunung Langit Wenang.
Aksinya pun tak berhenti sampai di situ, beberapa kali ia memutar kendaraan dan memukul kendaraan dengan tongkat, karena pacarnya sesama pengemis diangkut oleh Dinas Sosial.
"Sayang turun, jangan takut kita tidak mencuri," pintanya dengan nada emosi.
Kadinsos Frangky Mewengkang mengatakan, sudah beberapa hari mereka mengejar para pelaku eksploitasi ini, namun masih belum tertangkap.
"Kami sudah mengendus keberadaan para pelaku eksploitasi ini. Sebab semua pengemis rata-rata berasal dari Sumenep, Jawa Timur," ujarnya.
Dia juga sempat menyesali aksi warga yang meloloskan para pengemis ini dari operasi tersebut.
"Percaya atau tidak pengemis di Kota Manado bisa pulang kampung menggunakan pesawat. Bagaimana tidak, sehari saja mereka menghasilkan Rp 700 ribu," ujarnya Kadis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi_20160422_195906.jpg)