Breaking News:

Liputan Khusus

Aktivitas Ekspor Ikan Beltim Sepi, Yuk Cari Tahu Penyebabnya

Pengepul lainnya dari PT Sanjaya Fishery (SF), Asiong (40) menuturkan hal senada. Aktivitas bongkar-muat ikan ekspor cenderung sepi.

Editor: Rusmiadi
Posbelitung.com/M.Noordin
Pekerja beraktivitas di sebuah tempat pengepul ikan dari nelayan di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Senin (25/4/2016) lalu.Posbelitung.com/M.Noordin 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG  - Sejumlah pekerja di petak pengepul ikan ekspor kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tampak sibuk memasukkan berbagai jenis ikan ke dalam fiber, Senin (25/4/2016) lalu. Mereka juga menyekop dan melumuri ikan tersebut menggunakan pecahan-pecahan es.
Menurut petugas pencatat di pengepul tersebut, aktivitas bongkar muat ikan di pelabuhan tersebut agak sepi dari biasanya.
"Agak sepi sekarang. Mungkin karena musimnya," kata perempuan yang minta dipanggil Selly itu kepada Pos Belitung.
Dia mengatakan, setidaknya ada lima petak pengepul ikan yang ada di kawasan PPI. Satu di antaranya telah tutup.
"Empat yang bukanya, satu tutup setahu kami," ujarnya.
Pengepul lainnya dari PT Sanjaya Fishery (SF), Asiong (40) menuturkan hal senada. Aktivitas bongkar-muat ikan ekspor cenderung sepi. Ia menuding hal ini dipengaruhi musim.

Kepala UPTD Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Manggar Dani Sujatmika menjelaskan, rantai produksi ikan kualitas ekspor di Pulau Belitung hingga sampai ke negara tujuan cukup panjang. Di Beltim, setelah dikumpulkan dari nelayan, ikan akan dibawa ke Tanjungpandan lalu ke Bangka, selanjutnya dikirim ke negara tujuan.

"Panjangnya rantai produksi ikan ekspor ini sebenarnya bisa diputus oleh kesiapan daerah masing-masing. Perusahaan saya rasa juga sanggup-sanggup saja. Saya maunya seperti itu juga karena tidak panjang dan juga rumit," ujarnya.
Memutus rantai panjang ini, lanjut Dani, Beltim harus memiliki pelabuhan yang mendukung kegiatan ekspor-impor. Hal kedua yang dibutuhkan adalah armada yang bersedia melaksanakan kegiatan ini dari segi hitung-hitungan bisnis.
"Pelabuhan yang dapat digunakan kegiatan ekspor impor hasil perikanan adalah pelabuhan yang mampu melayani kapal di atas 30 GT (gross tonnage). Kondisi saat ini, pelabuhan di Manggar hanya mampu melayani kapal kapasitas di bawah 7 GT, karena ada pendangkalan muara," kata Dani.

Baca selengkapnya di edisi cetak Pos Belitung edisi Senin (2/5/2016)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved