Breaking News:

Wajan Raksasa Ditemukan Dekat Kediamannya, Ini Kata Gubernur Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut berkomentar terkait penemuan wajan raksasa yang ditemukan di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

tribunnews.com
Barang berukuran besar yang mirip dengan wajan, ditemukan setelah dilakukan penggalian guna keperluan renovasi rumah, di Jalan MT Haryono, Kutoarjo. 

POSBELITUNG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut berkomentar terkait penemuan wajan raksasa yang ditemukan di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Penemuan itu ternyata tak jauh dari kediamannya.

Ganjar sempat sekolah dan dibesarkan di Kutoarjo. Orangtuanya pun saat ini masih tinggal di Kutoarjo. Lantas apa kata Ganjar terkait temuan itu?

"Saya tanya tempatnya di mana? Di dekat toko (ruko) buku. Saya dulu kecil sering beli toko buku di sana, tidak ada cerita yang aneh-aneh," kata Ganjar di rumah dinasnya Puri Gedeh Semarang, Minggu (1/5/2016).

Wajan raksasa sendiri ditemukan di lahan milik Widodo, di sebuah ruko dekat SD Nasional Indonesia, di jalan MT Haryono Kutoarjo. Wajan ditemukan dalam kedalaman 90 centi meter, saat para pekerja hendak menggali tanah untuk renovasi rukonya.

Wajan tersebut menarik perhatian lantaran bisa muat hingga 15 sampai 20 orang dewasa. Beberapa warga, termasuk polisi juga sudah telah masuk di tengah wajan berukuran jumbo tersebut.

Menurut Ganjar, tidak ada cerita tersendiri di kawasan tersebut. Namun, di luar lokasi penemuan, tepatnya di sekitar Museum Keris Kutoarjo pernah ada penemuan benda-benda purbakala yang terpendam di dalam tanah. Penemuan itu ada hingga menjadi cerita berkembang di Kutoarjo.

"Ada di museum keris, ada peninggalan yang ditemukan. Saya menduga masih sangat mungkin nanti akan ada pememuan lagi," kata dia.

Ganjar pun menyayangkan banyak pihak yang justru menaiki wajan untuk mengukur sekaligus berfoto. Akibat hal itu, wajan dikabarkan dalam kondisi retak.

"Ada orang naik ke dalamnya itu berbahaya lho, eman-eman (sayang). Tapi itu sudah dibawa ke museum. Saya baca di Twitter katanya pecahnya bisa dikumpulkan," kata pria 47 tahun ini.

"Mudah-mudahan kalau masyarakat menemukan, masyarakat bisa paham. Badan arkelologi juga saya minta bisa memberikan sosialisasi sehingga ketika ada temuan seperti itu penanganan bisa maksimal," tambah dia.

Wajan raksasa ditemukan pertama kali pada Jumat (29/4/2016) lalu. Sejak penemuan dikabarkan, warga lalu berdatangan melihat lokasi untuk melihat, sekaligus berfoto ria. (*)

Editor: Jaryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved