Orangtua Polisi yang Dibunuh Amokrane Ikhlas Karena Anaknya Gugur Dalam Tugas

Adalah Brigadir AA Putu Sudiarta, anggota Satreskrim Polsek Kuta Utara yang gugur saat menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri.

YOUTUBE
Amokrane Sabet bule asal Prancis merentangkan tangan bawa pisau menantang polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

POSBELITUNG.COM, DENPASAR - Nasib pilu dialami korps Bhayangkara, Senin (2/4/2016) atas gugurnya seorang personilnya karena ditikam oleh warga negara asal Perancis Amokrane Sabet.

Adalah Brigadir AA Putu Sudiarta, anggota Satreskrim Polsek Kuta Utara yang gugur saat menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri.

Dalam keluarga Brigadir AA yang dikenal sebagai anggota teladan itu meninggalkan tiga orang anak.

Yaitu, AA Raka Cempaka siswa Kelas 3 SMK , anak keduanya duduk di bangku SMP kelas 3 PGRI I Monang Maning AA Made Deva Arigangga (16) dan seorang anak perempuan duduk di Kelas 4 SD AA Ketut Trisnadewi‎.

Menurut orangtua Putu Sudiarta, ‎Anak Agung Made Sujaya (62), dirinya ikhlas dengan kepergian anaknya.

Sebab, itu sudah menjadi sebuah resiko seorang anggota Polri. Apalagi, anaknya gugur dalam tugas.

"Saya ikhlas karena itu sudah menjadi tugas anak," terangnya di kediamannya, Jalan Gunung Talang II, Denpasar, Bali Selasa (3/5/2016).

Menurut dia, Putu Sudiarta adalah anak pertama dari empat bersaudara.

Ia terakhir bertemu dengan anaknya sewaktu di Tirta Empul, dan sempat pagi bertemu sebelum bertugas menggerebek Amokrane.

"Terakhir ya waktu kemarin ada melukat di Tirta Empul, Gianyar," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved