Ritual Dukun Memanggil Jin Penunggu RSUD dan Memindahkannya ke Tempat Lain
Kabid Keperawatan RSUD bernama Wandi, dan seorang sekuriti ikut dilibatkan menjadi media perantara memanggil roh halus...
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Sebuah mangkuk kecil berisi dupa menjadi perhatian 11 orang yang duduk bersila mengelilinginya. Dupa tersebut dibakar, asap mengepul dari dalamnya dan menimbulkan aroma menyengat.
Ritual adat tersebut dilakukan di lobi gedung B, RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Senin (2/5).
Baca: Masa Pacaran Bisa Menguak Karakter Pria Pelaku Kekerasan

Baca: Inilah Hari Paling Tepat untuk Bercinta, Karena Gairah Wanita Sedang Memuncak
Mereka adalah dukun alias paranormal yang datang dari tempat dalam rangka ritual memindahkan "makhluk halus" di gedung baru rumah sakit tersebut. Sebab terjadi hal-hal mistis serta seorang petugas kebersihan yang mengalami kesurupan.
Tercatat ada 11 dukun yang melakukan ritual sekitar satu jam itu. Usai dupa dibakar, tujuh dari 11 dukun kemudian mengelilingi mangkuk lalu membacakan mantra.
Baca: Gedung Baru RSUD Dihuni Makhluk Halus, 9 Dukun Dikerahkan untuk Komunikasi Spiritual
Kabid Keperawatan RSUD bernama Wandi, dan seorang sekuriti ikut dilibatkan menjadi media perantara memanggil roh halus, namun makhluk halus itu tidak kunjung masuk ke tubuh kedua orang tersebut.
Tujuh orang dukun yang hendak berkomunikasi dengan roh itu adalah Lias dari Tanjungkelayang, Mukti dari Membalong, Abu Bakar dari Terong, Darmo dari Air Raya, Jaksin dari Lesung Batang, Nudrin dari Tanjungbinga, dan Marzuki dari Kampong Ujong.
Baca: Ternyata Ini Ciri-ciri Fisik Wanita Tukang Selingkuh
Lantaran tidak berhasil berkomunikasi lewat media perantara, para dukun ini kemudian memindahkan jin tersebut ke sebuah tempat tanpa melakukan komunikasi terlebih dahulu.
Selama melaksanakan ritual adat Belitong itu, Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) dan Direktur RSUD dr Marsidi Judono, dr Hendra juga mengikuti acara ritual tersebut hingga selesai.
Baca: Makhluk Semi Transparan Terekam Kamera di Lorong Rumah Sakit
"Tidak mau masuk dia (makhluk halus, red), jadi langsung dipindahkan saja. Kami tidak memindahkan ke rumah sakit lama, karena tidak bisa di sana, bukan jalannya. Tapi di sini memang banyak," ucap Ketua Dukun Belitung Mukhti kepada Pos Belitung, Senin (2/5).
Konon, munculnya makhluk halus yang sering menganggu petugas di bangunan rumah sakit baru ini lantaran lokasinya berada di "kepala aik". Dari segi spiritual, kepala aik merupakan tempat perkumpulan makhluk halus.
Baca: Apakah Anda Memiliki Lesung Pipi? Ini Kelebihan Wanita Pemilik Lesung Pipi
"Salah satunya itu, karena sewaktu pembangunan awal adat istiadat istilahnya tidak dijalankan. Kemarin hanya selamatan saja, padahal ada yang lain, karena ini Kepala Air Raya," ujar Mukhti.
Bupati Sanem juga mengaku baru mengetahui bangunan rumah sakit yang menelan anggaran ratusan miliar itu, berdiri di atas "kepala aik". Ia pun merasa kecolongan tidak menjalankan adat istiadat asli Belitong.
Baca: Model Seksi Amerika Ini Dihamili Mantan Suami Tamara Bleszynkski?
"Ini sebagai bentuk kepedulian kami (ritual, red), kami tidak memungkiri makhluk itu ada. Tapi Insya Allah ke depan, kalau sudah seperti ini tidak terjadi apa apa," kata Sanem. (n3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/hantu_20160306_101510.jpg)