Breaking News:

Orang Meninggal Diajak Bicara dan Makan, Hanya di Toraja

Proses pemakaman di Toraja, Sulawesi tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.

Net/NatGeo
Seorang anak berusia tiga tahun yang meninggal sehari sebelumnya tengah dipeluk oleh saudaranya. 

POSBELITUNG.COM - Proses pemakaman di Toraja, Sulawesi tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.

Masyarakat di daerah ini memperlakukan anggota keluarganya yang sudah meninggal seperti saat masih hidup.

Seperti yang dilakukan Elisabeth Rante terhadap suaminya, Petrus Sampe yang telah meninggal sekitar dua minggu sebelumnya.

Ia mengajaknya berbicara dan bahkan memberinya makan empat kali sehari, yakni pagi, siang, malam, serta membuatkan segelas teh pada sore hari.

Saat ada tamu yang datang, Elisabeth juga memberi tahu sang suami yang terbujur kaku, bila ada seseorang yang menjenguk.

"Bangun Papa, sudah waktunya untuk makam malam," kata Elisabeth pada suaminya.

Petrus termasuk orang yang sejahtera dan dihormati di tempatnya tinggal, di pinggiran kota Rantepao. Sebelumnya, ia bekerja di biro pernikahan kota.

Ia dibaringkan di tempat tidur kayu dan memakai selimut merah motif. Menurut Elisabeth, tubuh suaminya telah dirawat dengan formalin sehingga tidak akan membusuk.

Mereka tetap mengajak Petrus berbicara karena mencintai dan menghormatinya. Elisbeth dan keluarganya meyakini, jiwa suaminya tetap di rumah meskipun sudah meninggal dunia.

Petrus dimakamkan empat bulan kemudian, setelah dilakukan berbagai upacara.

Halaman
123
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved