Breaking News:

Orang Meninggal Diajak Bicara dan Makan, Hanya di Toraja

Proses pemakaman di Toraja, Sulawesi tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.

Net/NatGeo
Seorang anak berusia tiga tahun yang meninggal sehari sebelumnya tengah dipeluk oleh saudaranya. 

Sebagaimana dikutip dari National Geographic, Kamis (5/4/2016), pemakaman di Toraja sering ditunda selama berbulan-bulan dan bahkan sampai beberapa tahun untuk mengumpulkan kerabat.

Mereka akan mengadakan upacara pemakaman megah dengan iring-iringan ratusan sepeda motor atau mobil.

Kematian seolah menjadi pusat kehidupan di Toraja. Menurut mereka, kematian tidak memutuskan sebuah hubungan, tetapi hanya bentuk lain dari koneksi.

Segala sesuatu tentang pemakaman adalah hirarkis dan memperkuat status keluarga yang ditinggalkan. Sehingga tak mengherankan bila upacara pemakaman di daerah itu menelan banyak biaya.

Daniel Rantetasak (52), warga yang telah menghadiri lebih dari 100 pemakaman menuturkan, dalam sebuah upacara besar, minimal ada 24 kerbau yang dikorbankan dan bahkan mencapai ratusan. Padahal rata-rata harga kerbau per ekor sebesar Rp 20 juta.

Bila dikalikan 20 ekor saja, maka biaya yang dibutuhkan untuk kerbau mencapai Rp 400 juta. Belum lagi biaya untuk menjamu tamu dan sebagainya karena orang akan minum dan bermain pada upacara pemakaman.

Bila seorang saudara sudah memberikan hadiah, maka yang lainnya harus memberikan yang lebih besar. Pembawa acara akan mengumumkan nama-nama pemberi hadiah beserta apa yang diberikan.

Tak hanya sampai di situ penghormatan terhadap orang yang telah meninggal dunia dilakukan.

Beberapa tahun setelah pemakaman dilakukan, keluarga akan mengadakan 'pemakaman kedua', yakni merapikan, membawa makanan dan rokok untuk almarhum, serta mengeluarkan jenazah dari tempat peristirahatannya untuk dipakaikan busana baru yang lebih bagus.

Bila kodisi jenazah masih bagus, ini menjadi pertanda baik bagi keluarga yang ditinggalkan, karena dapat meraih kesuksesan dalam hidup.

Halaman
123
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved