Breaking News:

Konon Kalau Pergi ke Pulau Ini Pakai Baju Merah, Maka Lehernya akan Terputar

Di balik keindahannya, tempat itu memiliki sejarah dan cerita mistis serta legenda yang konon masih terngiang di telinga para tetua kampung.

TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Kuburan keramat di Desa Borgo Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Memiliki pemadangan indah dan juga legenda tentang larangan menggunakan kaus berwarna merah. 

Saat Tribun Manado bertanya, bagaimana semasa kecil Usman, apakah sering bermain di pulau itu. Ia sontak terdiam, sambil menghadap ke atas, seolah mengingat sesuatu, ia tiba-tiba berkata. "Tidak, kami waktu kecil takut ke situ, kami dilarang orangtua," katanya.

Menurutnya, tidak sembarang orang yang bisa datang ke pulau tersebut.

"Konon kalau ada yang naik ke pulau itu dan memakai baju merah, lehernya akan terputar. Jika sudah begitu, para orang pintar dikampung harus mengobatinya dengan bermacam tanaman serta membaca kalimat dengan bahasa Ponosakan. Jika tak segera diobati, maka akan segera meninggal," ucapnya yang membuat buku kuduk merinding, saat mewancarainya di tepi Makam.

Katanya, karena kejadian itu sejak tahun 1950-1970 tak ada warga kampung yang memakai baju berwarna merah.

"Meski tak naik ke pulau kami tetap takut pakai baju merah meski di tengah kampung," katanya.

Tak hanya legenda baju merah, disitu juga ada legenda ular berkepala lima. "Dulu sering ada penampangan ular rasaksa berkepala lebih dari satu, dan juga beberapa warga sering hilang dan sampai saat ini ada yang tidak ditemukan," ujarnya.

Kini makam dengan 15 pekuburan ini, sudah tak seperti dulu, suasananya kian ramai dikunjungi dan sudah menjadi lokasi foto selfie para pengunjung.

"Tapi sekrang sudah tidak seperti dulu, sejak tahun 70an keadaan di situ sudah aman dan anak-anak pun sudah bisa bermain disitu. Meski begitu pengunjung dilarang untuk berisik, beberapa waktu lalu ada mahasiswa yang datang kesurupan setelah naik ke pulau itu dan mungkin membuat keributan," jelasnya.

Kedepan, ia sebagai warga sekitar berharap agar pemerintah bisa membantu mengelolah objek sejarah yang menyimpan keindahan.

"Jika semakin tertata pasti banyak pengunjung, apalagi dengan cerita rakyat yang mungkin menjadi daya tarik beberapa orang," tutupnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved