Breaking News Ceramah Yusril

Ditanya Moderator Soal Pilgub DKI, Yusril pun Tertawa Sambil Melambaikan Tangan

Mendengarkan pertanyaan itu, Yusril pun tampak tertawa dan mengayunkan tangan ke arah Kulok. Peserta sosialisasi juga tampak tertawa.

Ditanya Moderator Soal Pilgub DKI, Yusril pun Tertawa Sambil Melambaikan Tangan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kuasa Hukum untuk STIE GICI Depok Yusril Ihza Mahendra (kanan) bersama anggota dan perwakilan STIE GICI memberikan keterangan pers terkait informasi pembekuan kampus tersebut oleh Kemenristek Dikti di Jakarta, Senin (5/10/2015). Dalam pernyataannya Yusril memberikan klarifikasi dan bantahan sekaligus akan memberikan surat jawaban atas adanya peringatan pembekuan STIE GICI yang dinilainya tanpa dasar hukum yang jelas.ILUSTRASI 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Moderator acara sosialisasi UU nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Hendri Yani alias Kulok melontarkan pertanyaan terakhir usai sesi tanya jawab antara peserta dengan pembicara pada acara tersebut, Yusril Ihza Mahendra.

Pakar hukum tata negara menjadi pembicara pada acara yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemkab Beltim, Jumat (13/5/2016)

Pertanyaan moderator Hendri Yani alias Kulok itu adalah terkait perkembangan Pilgub 2017 di Jakarta. Mendengarkan pertanyaan itu, Yusril pun tampak tertawa dan mengayunkan tangan ke arah Kulok.

Peserta sosialisasi juga tampak tertawa.

"Ya mungkin bisa kita ikuti melalui pemberitaan-pemberitaan media massa," ujar Kulok.

Acara sosialisasi pun berakhir. Pada acara tersebut, Yusril menyampaikan sejumlah hal terkait administrasi pemerintahan.

Beberapa diantaranya, Yusril menceritakan pengalamannya terlibat dalam birokrasi pemerintahan. Dia juga menjelaskan perbedaan antara pejabat politik dan pejabat birokrasi dalam sistem pemerintahan.

Yusril menjelaskan, pejabat birokrasi idealnya bekerja profesional sesuai sistem pemerintahan karena tidak diganti secara berkala. Berbeda halnya dengan Bupati atau Wakil Bupati yang merupakan pejabat politik yang bertugas sebagai decision maker.

Peserta sosialisasi ini adalah seluruh perwakilan SKPD di Pemkab Beltim. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved