Breaking News Ceramah Yusril

Kisah Yusril Sortir 10 Gerobak Surat saat Jadi Asisten Menteri Sekretaris Negara

Yusril menggambarkan bagaimana tugas seorang Mensesneg dan mengaitkannya dengan tugas seorang Sekretaris Daerah dan jajaran SKPD-nya.

Kisah Yusril Sortir 10 Gerobak Surat saat Jadi Asisten Menteri Sekretaris Negara
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Yusril Ihza Mahendra (kemeja putih) saat menjadi pembicara pada Sosialisasi UU Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan bersama moderator Kabag Ekbang Setda Pemkab Beltim Hendri Yani alias Kulok di Auditorium Zahari MZ, Jumat (13/5/2016). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menjadi pembicara pada Sosialisasi UU nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan di Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemkab Beltim, Jumat (13/5/2016).

Pada kesempatan itu, Yusril bercerita pengalamannya saat ia menjadi asisten Menteri Sekretaris Negara Moerdiono di zaman Presiden Soeharto.

Yusril menggambarkan bagaimana tugas seorang Mensesneg dan mengaitkannya dengan tugas seorang Sekretaris Daerah dan jajaran SKPD-nya.

Dia mengatakan, Mensesneg RI sampai memiliki kepala biro dan sejumlah staf khusus mengurusi persuratan.

"Di Mensesneg itu, setiap harinya ada 10 gerobak surat," kata Yusril.

Surat yang menggunung itu kemudian disortir hingga menjadi 100 lalu menjadi puluhan sesuai prioritas dan kepentingannya. Surat itu disortir oleh Mensesneg dan jajarannya.

"Paling-paling hanya 10 dan 15 yang diberikan presiden," kata dia.

Kemudian dia menganalogikan fungsi Mensesneg itu dengan Sekretaris Daerah di jajaran pemerintah daerah untuk memudahkan kerja dan tugas seorang kepala daerah.

Dia menyebut Mensesneg atau Sekda bukan berperan sebagai 'kantor pos' yang mengantarkan surat kepada Presiden atau Bupati.

"Karena sekretaris daerah (atau Mensesneg) itu palang pintu bagi bupati, gubernur, atau presiden," katanya.

"(Kalau setiap surat ditangan bupati) Pusing bupatinya, ada hal-hal yang cukup diselesaikan kepala dinas, atau yang diselesaikan di Sekretaris Daerah,"kata Yusril.

"Jadi pejabat politik itu tidak mikir terlalu banyak hal teknis. Dia mengurusi pengambilan keputusan, dia decision maker. Bukan mengurusi tetek-bengek (persuratan)," ujar Yusril lagi.

Peserta sosialisasi ini adalah seluruh perwakilan SKPD di Pemkab Beltim. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved