Dua Peleton Polisi Jaga Lokasi Pertambangan PT Freeport Indonesia

Warga yang kecewa kemudian membakar satu pos keamanan dan merusak sejumlah kendaraan operasional milik perusahaan.

Dua Peleton Polisi Jaga Lokasi Pertambangan PT Freeport Indonesia
Kompas.com
Staf PT Freeport Indonesia mengecek salah satu rangkaian proses flotasi atau pengapungan mineral, seperti tembaga, emas, dan perak, di salah satu pabrik pengolahan konsentrat, Tembagapura, Papua. 

POSBELITUNG.COM, JAYAPURA - Sebanyak dua peleton aparat kepolisian diterjunkan ke lokasi pertambangan terbuka PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Tambahan sekitar 60 personel pasukan ini untuk mengantisipasi aksi pendulang tradisional yang hendak mengambil limbah hasil produksi dalam area perusahaan.

Hal ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura Sabtu (14/5/2016). Paulus mengatakan, situasi di Freeport telah kondusif pasca aksi warga yang merangsek masuk ke dalam area perusahaan di Mil 74 pada Kamis (12/5/2016) dini hari.

"Saat ini aparat Polsek Tembagapura masih memeriksa sejumlah warga terkait aksi tersebut," tambah Paulus.

Mantan Kapolda Papua Barat ini pun menyatakan, diduga ada provokator yang sengaja memprovokasi warga untuk masuk ke dalam area perusahaan. Dari hasil keterangan sementara, warga termakan isu bahwa pertambangan Freeport telah ditutup.

"Warga mudah terprovokasi karena kesulitan mendapatkan limbah dari perusahaan untuk didulang selama sebulan terakhir. Padahal, sejumlah alat perusahaan mengalami kerusakan," tambah Paulus.

Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso mengatakan, sebanyak 21 warga masih menjalani pemeriksaan di Polsek Tembagapura.

"Dari hasil pemeriksaan ini, kami akan mencari siapakah oknum yang berperan sebagai provokator di balik aksi warga," tutur Yustanto.

Sebelumnya pada Kamis lalu sekitar pukul 01.00 WIT, sebanyak 400 warga memasuki area perusahaan untuk mengambil limbah hasil produksi.

Namun, sebanyak 120 personel gabungan TNI Polri berhasil menggagalkan aksi warga.

Warga yang kecewa kemudian membakar satu pos keamanan dan merusak sejumlah kendaraan operasional milik perusahaan.

(Kompas.com/Fabio Maria Lopes Costa)


Editor: edy yusmanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved