Breaking News:

Demonstrasi di Bangka

BREAKING NEWS: Bupati Tarmizi Sarankan Pedemo Lapor ke Polisi

Bupati Bangka H Tarmizi Saat menemui pada pedemo yang menuntut Kades Gunung Muda Syamsul Imran mundur karena terindikasi memalsukan surat-surat lahan.

Bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat duduk ditangga teras Kantor Bupati Bangka ketika mendengarkan aspirasi perwakilan warga Desa Gunung, Senin (16/5/2016) di Halaman Kantir Bupati Bangka. (nurhayati/bangkapos.com) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat menemui pada pedemo yang menuntut Kades Gunung Muda Syamsul Imran mundur karena terindikasi memalsukan surat-surat lahan. Ia menyarankan agar pedemo melapor ke polisi dan diproses secara hukum.

"Kalau dia terbukti secara hukum ada inkrah, bisa diberhentikan. Karena menghentikan kades ada tiga hal, pertama meninggal dunia atau berhalangan tetap, kedua mengundurkan diri untuk tidak mau lagi menjadi kades diatas materai, ketiga sesuai aturan undang-undang kena proses hukum dengan hukuman lima tahun ke atas. Kalau ada indikasi dia tidak jujur, dan segala macam, bisa diadukan melalui PTUN," kata Tarmizi ketika mendengarkan aspirasi perwakilan warga dari Desa Gunung Muda saat melakukan aksi demo, Senin (16/5/2016) di teras Kantor Bupati Bangka.

Secara tegas ia menyebutkan tidak bisa serta merta memberhentikan kades karena harus ada prosedur yang ditempuh. Pertama harus ada teguran ringan, kedua musyawarah masyarakat dan tokoh agama, ketiga adanya rapat semua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dibuat berita acaranya.

"Kalau tidak rapat BPD, kita berhentikan kades, kades mengajukan PTUN bisa masuk penjara BPD kalau banyak tuduhan yang sifatnya fitnah. Kalau kades secara sukarela mengundurkan diri tidak ada persoalan," tegas Tarmizi.

Namun untuk hal-hal yang bersifat administrasi jika kades melanggar ketentuan, jika tiga kali diberikan surat peringatan, tidak dilaksanakan maka bisa bupati bisa menghentikan kades sementara.

"Kalau BPD rapat buat berita acara kata BPD, setuju diberhentikan permanen maka saya keluarkan SK-nya berhenti permanen. Berhenti seterusnya, tunjuk Pjs kades dari kantor camat. Begitu prosedurnya tidak bisa bupati langsung berhentikan, dia PTUN repot saya," jelas Tarmizi.

Dia menegaskan tidak pro kemana pun tetapi berada ditengah-tengah masyarakat. "Gunung Muda ini banyak orang pintar-pindar jujur saja, saya juga orang kampung," kata Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved