Breaking News:

Kisah Pedagang Keset: Meski Serba Kekurangan, Allah Selalu Ada Buat Saya

Ini Uus Kusnaedi (39) penyandang disabilitas yang menafkahi keluarganya lewat jualan keset kaki

Tribunjabar/Ragil Wisnu Saputra
Uus Kusnaedi, berjalan puluhan kilo menjajakan keset di wilayah Bandung timur. Jumat (20/5), ia terlihat berjalan di Jalan Percobaan, Cileunyi. 

POSBELITUNG.COM - MATAHARI sedang terik-teriknya saat Uus Kusnaedi (39) memutuskan untuk beristirahat sejenak di tepi Jalan Percobaan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (20/5).

Jalannya tertatih-tatih. Pundaknya menggendong tas hitam berisi satu kodi keset.

SAAT beristirahat di tepi Jalan Percobaan, kemarin, Uus baru seperempat perjalanan dari rute yang biasa dijalaninya setiap hari sebagai penjual keset keliling.

Kakinya yang tak sempurna membuat perjalanan semakin berat.

Dari rumahnya di Kampung Ebah RT 1/6, Desa Cipaku, Kecamatan Majalaya, ia berjalan selepas subuh.

Biasanya, menurut Uus, rute berdagangnya hingga ke Kota Bandung. Satu keset dijualnya Rp 12.500. 

Semua keset ia ambil dari perajin langganannya di Kampung Cigentur.

"Tapi, hari ini baru satu yang laku. Mudah-mudahan nanti ada yang laku lagi," ujarnya.

Setiap hari, kata Uus, kesetnya yang laku memang tak banyak. Rata-rata tiga sampai lima buah. Jika beruntung, 20 keset yang ia bawa habis dalam seminggu.

"Kalau habis semua untungnya Rp 100 ribu. Tapi kalau tak banyak yang laku, seminggu paling dapat Rp 40 ribu atau Rp 50 ribu," ujarnya.
Hasil sebesar itu tentu masih jauh dari cukup. Apalagi, Rp 350 ribu di antaranya harus mereka sisihkan setiap bulannya untuk membayar uang kontrakan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved