Breaking News:

Enam Izin Rute Penerbangan Dicabut, Ini Rute-rutenya

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan surat pencabutan izin enam rute penerbangan di dalam negeri.

Editor: Kamri
Tribunnews.com
Salah satu pesawat Sriwijaya Air saat melakukan take off 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan surat pencabutan izin enam rute penerbangan di dalam negeri.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo mengatakan surat tersebut diterbitkan regulator dalam periode Januari sampai dengan Mei 2016.

Adapun enam izin rute penerbangan yang dicabut yakni rute Manado-Sorong milik Maskapai Travel Express, Balikpapan-Halim Perdanakusuma milik TRI M.G Intra Asia Airlines, kemudian rute Balikpapan-Samarinda dan Balikpapan-Pontianak milik Kalstar Aviation, rute Jakarta-Pekanbaru milik Sriwijaya Airlines dan terahir rute Jakarta Pontianak milik Nam Air.

Selain pencabutan izin rute, Kemenhub juga menerbitkan sembilan surat pengurangan frekuensi penerbangan untuk lima maskapai dalam negeri.

Diantaranya, Trigana Air service, Rute Jayapura - Oksibil, Asi Pudjiastuti Rute Atambua-Kupang, Citilink Indonesia rute Jakarta-Pangkalpinang dan Lombok-Surabaya.

Kemudian Garuda Indonesia rute Denpasar-Surabaya dan Ende Kupang, Sriwijaya Air rute Makassar-Gorontalo, Makassar-Kendari dan Makassar-Sorong.

"Surat pencabutan rute dan pengurangan frekuensi diterbitkan Karena karena tidak melakukakan pelayanan sesuai ketentuan PM No 25 Tahun 2008 dan PM No 40 Tahun 2016," kata Hemi dalam keterangannya, Senin (23/5).

Mengacu pada peraturan diatas, kata Hemi, seluruh maskapai yang dicabut dan dikurangi frekuensi lantaran tidak melayani penerbangan dalam rute tersebut selama tujuh hari berturut-turut.

Selain sudah menerbitkan surat pencabutan izin rute dan pengurangan frekuensi, menurut Hemi, beberapa maskapai sudah pula mengajukan penundaan rute ataupun frekuensi penerbangan.

"Untuk penundaan rute sedang disiapkan data-datanya," kata Hemi.

Diketahui sebelumnya, Kemenhub juga telah menyetujui pengajuan penundaan dari Lion Air untuk 217 frekuensi penerbangan domestik dan 10 frekuensi penerbangan internasional selama satu bulan sejak 18 Mei 2016.

Menurut Direktur Angkutan Udara Kemenhub Maryati Karma penundaan itu diajukan Lion Air lantaran tengah memasuki low season, dimana terjadi penurunan jumlah penumpang penerbangan. (Acep Nazmudin)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved