Gubernur Rustam: Kalau Tambang, yang Hebat Bosnya

Rustam berbicara dalam kuliah ilmiah mengenai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disampaikan kepada Mahasiswa Polman Babeldi Kampus Polman Babel.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi saat peluncuran Internasional Sungailiat Triathlon Tahun 2016 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (19/4/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Gubernur Babel H Rustam Effendi menyatakan untuk membangun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu kebersamaan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Jika tidak ada kebersamaan menurutnya Babel bisa tertinggal dengan daerah lain.

Rustam juga mengingatkan untuk menjadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan pekerjaan mudah tetapi perlu kerja keras.

"Kita membentuk provinsi melalui perjuangan panjang, tahun 60, tahun 70 dan dari generasi ketiga saya sendiri termasuk Ketua Presidium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung. Dulu APBD kita hanya 24 milyar. Sekarang PAD kita sudah 599 milyar dan APBD kita sudah Rp 2,4 trilyun. Ada orang yang mengatakan seolah-olah di Babel ini tidak ada perubahan, saya pikir yang mengatakan seperti itu tidak bersyukur. Dulu kita hanya dua kabupaten dan satu kota," jelas Rustam dalam kuliah ilmiah mengenai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disampaikan kepada Mahasiswa Polman Babel, Rabu (25/5/2016) di Kampus Polman Babel.

Dia mengatakan, dahulu untuk menjadi polisi saja orang Babel sulit namun sekarang sudah berdiri Sekolah Polisi Negeri (SPN) di Desa Balunijuk.

"Saya waktu jadi Wakil DPRD Babel tahun 2004 kita perjuangkan agar SPN Balunijuk sampai hari ini sudah menerima 300 polri. Begitu juga untuk jumlah PNS bertambah dengan pengembangan kabupaten, satu kabupaten saja bisa 4000 orang jadi PNS, dari sisi politik berapa perkembangan," jelas Rustam.

Diakuinya, jika ada kekurangan dalam pembangunan Babel pada usia 15 tahun ini. Tapi
perlambatan ekonomi ini bukan hanya di Babel tapi terjadi juga secara nasional dan internasional.

Kondisi ini terjadi karena menurunnya harga minyak drastis. Selain itu kondisi perlambatan ekonomi ini diakibat dari melemahnya ekonomi Tiongkok yang mempengaruhi ekonomi dunia.

Sekarang menurut Rustam dengan
paket ekonomi 12 ini perekonomian sudah mulai nampak membaik dengan sistem nasional dan provinsi yang dikembangkan. "Pembangunan ini tidak cukup dipegang saya sebagai gubernur saja tetapi juga ada bantuan dari perguruan tinggi seperti Polman Babel ini," kata Rustam.

Untuk itu menurutnya, jika suasana daerah kondusif investasi akan datang dan tersedianya lapangan pekerjaan dimana endingnya ekonomi naik.

Rustam menilai sektor penambangan timah yang menjadi andalan semakin hari semakin menurun sehingga harus siap sektor pengantinya yakni sektor pariwisata, perikanan dan perternakan, perkebunan dan pertanian serta industri.

"Beda dengan tambang, kalau tambang yang hebat bosnya," nilai Rustam.

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved