Breaking News:

Ini Analisa Mengapa Masih Ada Warga yang BAB di Belakang Rumah

apabila wc terlampau mewah sayang untuk tempat buang air, mereka merasa bila sudah buang air di belakang rumah sudah aman, kata Asisten Ekonomi Pemban

Riki Pratama/ Bangkapos
Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Basel Herman. Riki Pratama/ Bangkapos 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Akibat minimnya air bersih dan kurang kebersihan lingkungan banyak menyebabkan terjadi penyebaran penyakit di kalangan warga, untuk itu perlunya adanya penyedian air bersih dan tempat buang air yang bersih dan nyaman.

"Masih banyak di desa penyakit masalah diare, dan warga yang BAB sembarangan, karena mungkin itu warga kita merasa, apabila wc terlampau mewah sayang untuk tempat buang air, mereka merasa bila sudah buang air di belakang rumah sudah aman, tinggal pakai sarung pagi pagi, ternyata ia BAB, untuk itu bisa di tinggalkan budaya tersebut agar lingkungan terjaga," kata Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Basel Herman kepada bangkapos.com, Rabu (1/6/2016) di pondopo Pemkab Basel

Untuk itu Herman mengharapkan warga desa yang menjadikan budaya buang air besar di belakang rumah untuk bisa di tinggalkan.

"Masih ada prilaku masyarakat sebetulnya ada program Pansimas untuk menimalisir buang air sembarangan, untuk itu meninggalkan budaya itu jangan BAB di belakang rumah dan hutan yang masih ada belukarnya, semoga budaya itu tidak di lestarikan, tetapi harus di habiskan,"ujarnya

Penulis: Riki Pratama
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved