Breaking News:

Lipsus

Mantan Pengedar Narkoba Ini Angkat Bicara, Beberkan Permainan Para Bandar di Pulau Belitung

Mantan pengedar narkoba di Pulau Belitung mengungkapkan pola permainan para bandar. Ia juga menyebut penyebab para bandar tersebut sampai tertangkap

Pos Belitung/Disa Aryandi
Kejari Tanjungpandan, Dinkes Kabupaten Belitung, dan BNNK Belitung, Selasa (17/5/2016) melakukan pemusnahan terhadap barang bukti berupa obat, kosmetik dan narkotika. 

POSBELITUNG.COM - Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Pulau Belitung masih terus berlangsung.

Dari sejumlah ungkap kasus penyalaguna narkoba yang dirilis kepolisian, mayoritas yang ditangkap adalah pengguna dan pengedar.

Sementara bandar besar masih belum tersentuh.

Mantan pengedar narkoba, sebut saja Jalak (bukan nama sebenarnya) mengatakan, pengedar yang tertangkap aparat kepolisian merupakan bandar kecil.

Itu lantaran "permainan" yang dilakukan oleh bandar kecil tersebut tidak rapi.

"Isitilahnya masih menjual ke sembarang orang, karena cuma ingin mendapatkan uang saja. Kalau kami kan tidak, hanya kepada orang orang yang dipercaya saja," kata lelaki 47 tahun itu kepada Pos Belitung, Jumat (3/6) sembari menambahkan dirinya sudah taubat demikian juga dengan para kurirnya juga sudah tidak ada ikatan lagi.

Kasat Reserse Narkoba Polres Beltim AKP Antonius Sinaga mengatakan, penyalahgunaan narkoba di Belitung baru tataran pada pemakai.

Sejak 2014 hinggat Mei 2016 atau sekitar tiga tahun terakhir, Satuan Reserse Narkob Polres Belitung Timur telah mengangungkap 12 kasus penyalahgunaan narkoba.

Rinciannya, sebanyak enam kasus pada 2014, empat kasus pada 2015, dan dua kasus hingga Mei 2016 ini.

"Dari pengungkapan sejak saya sebelum menjabat sampai saat ini, memang rata rata di Beltim hanya sebatas pengguna saja. Kebanyakan narkoba itu beli dari Tanjungpandan. Kemudian sampai saat ini, belum pernah terdengar ada bandar," kata Antonius kepada Pos Belitung di ruang kerjanya, Jumat (3/6).

Kata Anton, saat tahu barang didatangkan dari Tanjungpandan, polisi pun melakukan pengembangan kasus. Di Tanjungpandan, tersangka juga ditanya soal asal usul barang berbahaya tersebut.

"Ada satu yang ketangkap, kami tanya, barang darimana, dijawab dari Palembang. Ada orang yang memasok itu, menurut tersangkanya, melalui kapal laut. Mereka komunikasi, dan ketemu di salah satu tempat di Tanjungpandan, dan diambillah barang itu. Rata rata barang dari Palembang," ujar Anton.

Baca selengkapnya di Liputan Khusus Pos Belitung edisi cetak, Sabtu 4 Juni 2016

Ikuti juga perkembangan beritanya di belitung.tribunnews.com

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved