Breaking News:

Ini Keuntungan Itikaf di Bulan Ramadan

Dunia adalah fenomena yang sering membuat lupa hati manusia hingga saat sakaratul maut tiba.

moslempapua.blogspot.com
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM - Setiap ibadah mengandung hikmah, kerahasiaan dan tujuan, sebab semua ibadah memiliki manfaat bagi kehidupan.

Jiwa manusia seringkali terpaku pada fenomena dan lupa pada tujuan.

Inilah jiwa yang lupa dan dilupakan oleh setan akan tujuan, sehingga sibuk dengan fenomena dan kehilangan tujuan.

Jiwa macam ini memerlukan penenang guna membersihkan dan mensucikannya dari kelupaan.

Dan fungsi pembersihan tersebut ada pada i’tikaf, yang intinya menyucikan isi hati dari sifat-sifat negatif, mengevaluasinya untuk tidak bersemayam di relung hati.

Dunia adalah fenomena yang sering membuat lupa hati manusia hingga saat sakaratul maut tiba.

Tanpa fase sakaratul maut, dunia mampu melupakan fitrah manusia yang tunduk dan bertasbih kepada Allah SWT, sama dengan fitrah alam semesta lainnya.

Membersihkan hati dengan perenungan akal dan hati dan menyucikan jiwa dengan ilmu, zikir dan ketaatan telah menjadi tradisi Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW melakukan I’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan hingga beliau wafat. (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan kegiatan serupa yang dikenal dengan Khalwah (Tahanuts) telah beliau lakukan di gua Hira sebelum diangkat sebagai Rasul.

Halaman
12
Editor: Kamri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved