Breaking News:

Ketimbang Seks, Perempuan Ini Lebih Memilih Santap Kapur

Cokelat lebih baik daripada seks, itu lumrah. Seloyang daging asap lebih baik daripada seks, itu juga lumrah.

Editor: Jaryanto
Metro.co.uk
Stacie Cowly saat memakan kapur. 

POSBELITUNG.COM - Cokelat lebih baik daripada seks, itu lumrah. Seloyang daging asap lebih baik daripada seks, itu juga lumrah.

Tapi yang ini beda: seorang perempuan bernama Stacie Cowly mengaku lebih memilih memakan kapur dari seks. Percaya?

Perempuan 25 tahun ini mengaku sudah menyerah soal kehidupan seks. Ia kini ingin berkonsentrasi menekuni kebiasaan barunya itu.

“Rasanya tidak enak, persis kapur. Tapi saya menyukai teksturnya,” ujar Cowly, dilansir Metro.co.uk.

“Kapur lebih baik daripada seks. Tidak ada kaitannya dengan seksual, ini murni kecanduan.”

Cowly menderita gangguan makanan yang disebut Pica. Artinya ia menyukai makan makanan yang nirgizi. Kapur, misalnya.

Dari catatan Metro.co.uk, dalam seminggu ia telah menghabiskan kapur anak-anak yang jika dibanderol seharga 10 poundsterling (sekitar Rp189 ribu).

Tak hanya itu, ia juga terpaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan karena tidak bisa lepas dari benda warna-warni itu.

Dalam seminggu Cowly bisa menghabiskan kapur yang jika ditotal seharga Rp189 ribu. (Metro.co.uk)

“Ketika aku berusia 12, aku punya kapur dan saya hanya memegangnya di tangan dan memiliki keinginan untuk memakannya,” katanya.

“Lalu aku mencoba menelannya sebelum akhirnya menelan seluruh. Sejak itu aku rutin makan kapur. Ia seperti makanan yang lezat.”

Tak hanya kapur, Cowly juga pernah hendak memakan bedaknya. Soal kecenderungannya ini, awalnya Cowly enggan memberi orangtuanya karena terlalu malu.

Tapi kini ia ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa orang dengan Pica tidak seperti yang mereka bayangkan. (*)

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved