Kisah Unik Masjid Bertiang Tunggal Peninggalan Keraton Ngayogyakarta

Keraton Ngayogyakarta memiliki beberapa peninggalan masjid, salah satunya Masjid Keraton Soko Tunggaldi kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta,

Kisah Unik Masjid Bertiang Tunggal Peninggalan Keraton Ngayogyakarta
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Masjid Soko Tunggal 

Hal ini melambangkan, orang-orang yang salat di masjid ini menjadi orang yang kuat menghadapi godaan iblis angkara murka yang datangnya dari empat penjuru dan lima pancer.

Sunduk berarti menjalar untuk mencapai tujuan. Santen berarti bersih suci (kejujuran). Uleng artinya wibawa. Singup artinya keramat, Bandoga artinya hiasan pepohonan, tempat harta karun. Tawonan berarti gana, manis, penuh.

Rangka-rangka masjid yang dibentuk sedemikian rupa juga memiliki makna. Saka brunjung melambangkan upaya mencapai keluhuran wibawa melalui lambang tawonan. Dudur adalah lambang ke arah cita-cita kesempurnaan hidup melalui lambang bandoga.

Balok/ Saka Bindi lambang mencapai cita-cita kesempurnaan hidup melalui lambang gonjo. Sirah gada, melambangkan kesempurnaan senjata yang ampuh, sempurna baik jasmani dan rohani. Mustaka digunakan untuk melambangkan keluhuran dan kewibawaan. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved