Pemerintah China Protes Keras, Tuding TNI AL Menembaki Perahu Nelayan Mereka

Pemerintah Tiongkok mengklaim beberapa kapal AL Indonesia menembaki perahu nelayan yang sedang mencari ikan di Laut China Selatan.

Pemerintah China Protes Keras, Tuding TNI AL Menembaki Perahu Nelayan Mereka
Dokumentasi LANTAMAL I Belawan
Penenggelaman kapal KFH 1868, kapal pencuri ikan berbendera Malaysia yang berukuran 85 GT. Pemusnahan dilakukan oleh LANTAMAL I Belawan. 

POSBELITUNG.COM - Pemerintah Tiongkok mengklaim beberapa kapal AL Indonesia menembaki perahu nelayan yang sedang mencari ikan di Laut China Selatan.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Jumat (17/6/2016).

Tiongkok menuduh Indonesia telah menembaki kapal nelayannya dan melukai seorang nelayan.

Kementerian Luar Negeri di Beijing, Minggu (19/6/2016), telah melancarkan protes kerasnya terhadap apa yang disebut ‘pelecehan oleh Angkatan Laut Indonesia’ terhadap nelayan Tiongkok.

Salah satu nelayan China terluka, tanpa memberikan rincian. Sementara itu perahu nelayan dan tujuh awak ditahan, seperti dilaporkan Xinhua, Senin (20/6/2016).

"China memprotes dan mengecam penggunaan kekuatan berlebihan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, seperti dirlis kantor berita resmi Xinhua.

Insiden itu dilaporkan terjadi terjadi di sebuah "daerah penangkapan ikan tradisional China". Hua mengatakan, tindakan di Indonesia melanggar hukum internasional.

"China mendesak Indonesia untuk berhenti menggunakan tindakan yang meningkatkan ketegangan, memperkeruh masalah, atau mengganggu perdamaian dan stabilitas," katanya.

Pihak TNI AL Indonesia menjelaskan tentang insiden itu dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa sebuah kapal berbendera China telah ditahan, tapi tidak ada yang dirugikan.

AL Indonesia mengatakan, pihaknya telah mencegat 12 kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Namun, mereka berusaha melarikan diri ketika kapal patrol mendekati mereka.

Kapal AL Indonesia pun mengejarnya dan melepaskan beberapa kali tembakan peringatan. Satu kapal berbendera China berhasil ditangkap.

Juru bicara AL Indonesia, Edi Sucipto, mengatakan, semua tujuh awak kapal tidak ada yang terluka.

"Semua kru aman. Keenam pria dan satu wanita sekarang di Ranai," katanya mengacu pada pangkalan AL di Ranai

"Apapun benderanya, ketika mereka melakukan pelanggaran di dalam yurisdiksi Indonesia, kami, dalam hal ini AL, takkan akan ragu untuk bertindak tegas," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Beijing akhir bulan lalu mengajukan protes keras setelah AL Indonesia menyita kapal nelayan China di perairan dekat Kepulauan Natuna karena diduga memancing secara ilegal.

Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved