Breaking News:

Uang Rp 557 Juta Milik Perusahaan, Habis Untuk Foya-foya

"Untuk hura-hura uangnya semua. Ada sebagian untuk ke tempat hiburan malam..."

Editor: Rusmiadi
Uang Rp 557 Juta Milik Perusahaan, Habis Untuk Foya-foya
Ilustrasi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG  - Rendy Maytrikaruna (29), karyawan lepas PT Asia Paramita Indah Depo Belitung ditangkap polisi karena diduga telah menggelapkan uang sekitar Rp 557 juta milik perusahaan.

Uang yang merupakan hasil penjualan kosmetik sejak Januari hingga Mei 2016 ini habis digunakan Rendy untuk berfoya-foya.

Uang hasil penjualan kosmetik ini seharusnya seluruhnya disetorkan kepada perusahaan yang beralamatkan di Jalan Ataqwa Komplek Pelataran Pilang, Desa Pilang ini.

Namun Rendy hanya menyetor sebagian saja, sebagiannya lagi sekitar setengah miliar lebih disisihkan untuk keperluan pribadi dan berfoya-foya.

"Untuk hura-hura uangnya semua. Ada sebagian untuk ke tempat hiburan malam. Tapi tidak langsung semua habis, hanya sedikit-sedikit," kata Rendy saat memberikan keterangan kepada aparat kepolisian Polres Belitung, Jumat (24/6/2016).

Menurut Rendy, setiap mendapatkan setoran hasil penjualan kosmetik dari konsumen, ia biasa hanya menyetorkan sebagian saja uang konsumen tersebut kepada perusahaan.

"Misalkan aku minggu ini harus menyetorkan Rp 200 juta, tapi hanya aku setorkan Rp 150 juta. Yang Rp 50 juta sisanya disisihkan. Pokoknya setiap kali menyetorkan uang pasti seperti itu," kata Rendy.

Rendy mengaku telah melakukan penggelapan uang dengan cara seperti itu sejak tahun 2015 lalu. Namun setelah di audit baru diketahui adanya penggelapan sekitar Rp 557 juta terhitung sejak bulan Januari hingga Mei 2016 lalu.

"Ketahuannya dari hasil audit, dan kemungkinan lebih dari nilai sekarang ini. Terakhir itu yang tagihan bulan Juni ini total Rp 13 juta, tapi hanya Rp 9 juta yang disetorkan.

Sebanyak Rp 4 juta digelapkan sama dia," kata Vivi Lia, Kasir PT Asia Paramita Indah Depo Belitung yang bertindak sebagai saksi.

Di perusahaan itu, Rendy berstatus sebagai sales dan kolektor yang telah bergabung di perusahaan sejak tahun 2010 lalu. "Untuk terlapor (Rendy-red), kini sudah kami tetapkan sebagai tersangka.

Sekarang dia sudah kami amankan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Chandra Mata Rohansyah seizin Kapolres Belitung, AKBP Sunandar kepada Pos Belitung, Jumat (24/6). (n3)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved