Ini 5 Objek Misterius di Pulau Belitung yang Sampai Sekarang Belum Terpecahkan
dibalik keindahan dan keunikannya, Pulau Belitung ternyata juga menyimpan sejumlah objek misterius yang hingga sekarang belum terpecahkan.
Laporan wartawan Pos Belitung, Wahyu Kurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Pulau Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkenal memiliki pantai yang indah dengan bebatuan granit dan hasil tambang timah sejak era kolonial Belanda.
Selain itu pulau yang terdiri dari dua kabupaten ini (Belitung dan Belitung Timur) juga semakin populer pasca booming novel dan film Laskar Pelangi.
Namun dibalik keindahan dan keunikannya, Pulau Belitung ternyata juga menyimpan sejumlah objek misterius yang hingga sekarang belum terpecahkan.
Objek-objek misterius itu tesebar di Kabupaten Belitung maupun Kabupaten Belitung Timur.
Berikut ini Pos Belitung akan merangkum lima objek misterius tersebut.
1. Situs Gunong Kenupuk

Situs Gunong Kenupuk terletak di Dusun Kelak Usang, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Lokasinya berada di atas sebuah bukit di tepi sungai Cerucuk dan berbatasan langsung dengan Desa Curucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.
Dalam situs ini terdapat sebuah objek berupa gerbang kuno yang diselimuti oleh pohon beringin. Menurut cerita warga setempat, gerbang itu merupakan sebuah kerajaan makhluk halus dan jarang dikunjungi orang.
Soal sejarahnya masih terdapat sejumlah spekulasi. Ada yang berpendapat gerbang itu adalah bekas benteng Kapten JP De La Motte yang membawa 100 serdadu Belanda pada tahun 1822.
Namun ada pula yang menyebut bahwa objek tersebut adalah jejak istana kerajaan di era Cakraningrat.
Dari sekian banyak spekulasi yang muncul, situs Gunong Kenupuk hingga sekarang masih tetap jadi objek misterius yang belum terungkap.

2. Bunker Kapiten Ho A Jun

Bunker Kapiten Ho A Jun terletak di ruang pertemuan City Club, samping Hotel Billiton, pusat kota Tanjungpandan.
Objek ini ditemukan secara tidak sengaja oleh para pekerja yang sedang merenovasi panggung hiburan dalam ruang tersebut pada 2015 lalu.
Setelah lantai panggung dibongkar, pekerja menemukan sebuah lorong sepanjang kurang lebih enam meter. Bagian ujung lorong tersebut tampak sengaja ditutup menggunakan bata merah.
Berita penemuan bunker ini dimuat Pos Belitung dan sempat membuat heboh warga Tanjungpandan.
Kapiten Ho A Jun sendiri pada eranya sebelum tahun 1900 dikenal sebagai 'Bupatinya' warga Tiong Hoa di Belitung.
Spekulasi mengenai latar sejarah bunker tersebut pun berkembang.
Sebagian mengatakan, bunker tersebut adalah tempat menyimpan persediaan candu sang Kapiten.
Ada juga yang menyebut bunker tersebut merupakan jalur evakuasi darurat yang tembus hingga ke Pasar Ikan Tanjungpandan dan ke kawasan Museum Kabupaten Belitung.
Hingga kini bunker tersebut masih tetap jadi objek misterius. Upaya menelusuri bunker tersebut dinyatakan masih menunggu koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung dan Balai Arkeologi Jambi.

3. Situs Gunong Sepang

Situs ini menyimpan sebuah kisah tentang negeri yang hilang dalam sejarah Pulau Belitung.
Pada era kerajaan, Belitung sempat mengenal nama negeri bernama Ngabehi Gunong Sepang.
Pos Belitung sempat menelisiknya dan sekarang lokasinya berada yang kawasan Hutan Lindung Gunong Sepang di Dusun Liring, Desa Renggiang, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur.
Bekas-bekas negeri yang hilang tampak dari komplek pekuburan di atas sebuah bukti yang dalam legenda disebut Padang Lambaian.
Satu dari sejumlah kuburan tersebut dipercaya merupakan makam salah satu dari tujuh orang penyebar agama Islam di Belitung.
Namun belum ada penjelasan mengenai objek misterius ini. Tokoh masyarakat Belitung Yusril Ihza Mahendra menyebut kawasan ini dengan istilah negeri yang hilang.
Jika melihat peta, lokasi ini hampir berada di tengah-tengah Pulau Belitung.
Satu hal lagi yang misterius, warga sempat menemukan sebuah koin Spanyol kuno buatan tahun 1769. Koin itu ditemukan tepat di pangkal nisan sebuah kuburan. Warga tidak sengaja menemukannya sewaktu mencoba memperbaiki posisi nisan yang sudah hampir roboh

4. Bukit Pemantauan

Bukit pemantauan terletak di kawasan perbukitan Gunong Bulongan perbatasan Dusun Birah Desa Air Kelubi, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur.
Bukit ini menyimpan objek misterius berupa susunan batu granit yang membentuk sebuah kursi. Warga setempat mempercayai batu-batu tersebut disusun oleh makhluk gaib.
Uniknya kursi batu tersebutr menghadap tepat di arah Manggar, Ibukota Kabupaten Belitung Timur. Karena itu mungkin objeknya dinamai Batu Pemantauan yang bisa berfungsi sebagai lokasi pemantauan.
Warga mempercayai batu-batu tersebut sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pernah ada tangan jahil yang merobohkan susunan batu tersebut.
Namun entah bagaimana, batu-batu tersebut diyakni kembali ke bentuk semula yakni menyerupai kursi.
Spekulasi pun muncul mengenai adanya kemungkinan peradaban zaman megalitikum yang berkembang di lokasi tersebut. Sayang belum ada penjelasan lebih lanjut sehingga objek termasuk masih tetap misterius hingga sekarang.

5. Foto Depati Rahad

Wakil Bupati Belitung, Erwandi A Rani, Selasa (28/6) ketika menabur kembang ke makam K A Rahad. Pos Belitung/Disa Aryandi
Depati Rahad adalah seorang raja bergelar Cakraningrat yang mengusai Pulau Belitung pada era sebelum tahun 1900-an.
Ia didapuk sebagai pendiri Kota Tanjungpandan, ibukota Kabupaten Belitung. Tahun pengangkatannya yakni 1838 ditetapkan sebagai tahun lahirnya Kota Tanjungpandan.
Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) kemudian diperingati setiap tanggal 1 Juli dan 2016 ini sudah mengingjak usia yang ke 178 tahun.
Jelang HJKT, Pemkab Belitung menjalani serangkaian prosesi yang sudah diatur. Salah satunya yakni berziarah ke makam Depati Rahad di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.
Sekalipun dianggap sebagai tokoh, pejuang, dan sekaligus pendiri Ibukota Tanjungpandan, tapi rupa Depati Rahad masih tetap misterius.
Foto ataupun lukisan Depati Rahad tak pernah dipublikasikan hingga sekarang.
Spekulasi berkembang dan menyebutkan foto-foto tersebut sengaja disembunyikan.
Pemerhati sejarah dan budaya Belitong Ian Sancin menyakini keturunan Depati masih memegang foto tersebut. Penulis novel Yin Galema ini berharap foto tersebut dipublikasikan sehingga misteri mengenai wajah Depati Rahad yang sesungguhnya bisa terungkap.
Demikian lima objek miterius yang berada di Pulau Belitung. Masih terdapat sejumlah objek misterius lainnya di pulau ini dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata maupun perkembangan ilmu sejarah nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/gunong-kenupuk_20160701_020210.jpg)