Panglima TNI: Senjata yang Dibeli Paspampres di Amerika Serikat Legal

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah bahwa anggota Paspampres yang membeli senjata di Amerika Serikat dilakukan secara ilegal.

Panglima TNI: Senjata yang Dibeli Paspampres di Amerika Serikat Legal
KOMPAS.COM
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 

POSBELITUNG.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah bahwa anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang membeli senjata di Amerika Serikat dilakukan secara ilegal.

Gatot menjelaskan, pembelian senjata api tersebut dilakukan secara legal, ditandai adanya surat-surat resmi baik bukti pembelian maupun jenis senjata api yang dibeli.

"Mereka (anggota Paspampres) membeli secara legal di sana (Amerika Serikat)," ujar Gatot di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Yang akhirmya menjadi persoalan, kata Gatot, yakni mal-administrasi ketika senjata api yang dibeli tersebut masuk ke Indonesia.

"Bukti pembelian ada. makanya legal, proses masuknya saja yang ilegal," kata Gatot.

Gatot mengungkapkan, pembelian senjata api tersebut memang untuk dimiliki oleh anggota Paspampres secara pribadi.

"Pribadi yang membeli berbagai jenis senjata yang dia tidak miliki di sini untuk dia latihan," kata Gatot.

Selain itu, Gatot menegaskan bahwa seorang anggota TNI tidak diperbolehkan memiliki senjata api secara perorangan, kecuali terdaftar sebagai anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).

"Semua prajurit tidak boleh beli perorangan. Saya misalnya, tidak boleh juga. Saya bisa beli perorangan melalui agen boleh, tetapi saya harus masuk ke Perbakin kan. Walaupun saya Panglima TNI tetap lewat Perbakin," ujar Gatot.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe

Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved