Breaking News:

Menelisik Sisi Lain Lanun di Belitung, Ternyata Mereka Dulu Sangat Ditakuti Oleh Para Pedagang Eropa

sejumlah catatan lain yang menunjukkan bahwa aksi Bangsa Lanun ternyata merupakan sebuah aksi heroik melawan kolonialisme pedagang-pedagang Eropa.

Net
Kapal Iranun yang dalam budaya Belitung dikenal dengan nama Lanun 

Laporan wartawan Pos Belitung, Wahyu Kurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Bangsa Lanun selama ini sering dikonotasikan pada istilah bajak laut. Cap buruk ini juga berlaku dalam sejarah dan budaya di Pulau Belitung.

Namun kita perlu memberi ruang pada Bangsa Lanun untuk memaparkan sejarah versi mereka. Sebab, sejumlah catatan lain yang menunjukkan bahwa aksi Bangsa Lanun ternyata merupakan sebuah aksi heroik melawan kolonialisme pedagang-pedagang Eropa.

Baca Juga: Keturunan Lanun Beramai-ramai Sambangi Rumah Dinas Wabup Belitung Erwandi

Catatan tersebut terangkum dalam buku Sejarah Timah Indonesia karya Sutedjo Sujitno terbitan tahun 1996.

Dalam buku itu disebutkan, seseorang bernama Dampier pada kurun tahun 1686-1687 berkesempatan tinggal bersama bajak laut Lanun.

Ia menulis secara rinci mengenai kehidupan para bajak laut itu.

Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, bangsa Lanun tidak menunjukkan kecendrungan watak bajak laut.

Bangsa Lanun malahan dinilai sebagai sekelompok orang-orang yang suka damai dan hidup tentram.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved