Breaking News:

PHRI Bali Kepikiran Lihat Geliat 10 Destinasi Wisata Nasional, Salah Satunya Tanjung Kelayang

Mulai dikenalnya 10 destinasi wisata nasional baru yang kini gencar digarap oleh pemerintah pusat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Bali.

Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Pantai Tanjung Kelayang di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung 

POSBELITUNG.COM - Mulai dikenalnya 10 destinasi wisata nasional baru yang kini gencar digarap oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Bali.

Pasalnya, dari sisi keindahan alam, 10 destinasi wisata nasional yang diprioritaskan itu tidak kalah daya tariknya dari keindahan alam Bali, bahkan beberapa di antaranya lebih menarik.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati yang kerap disapa Cok Ace, jika hanya mengandalkan wisata keindahan alam, maka posisi Bali bisa terancam oleh 10 destinasi wisata prioritas itu.

Apalagi, melalui peraturan presiden, pemerintah dan pihak-pihak terkait didorong melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dan akomodasi wisata di 10 destinasi prioritas itu --yang juga sering disebut sebagai “Bali baru”.

“Sekarang, selain Bali, sepuluh destinasi wisata nasional lainnya juga sudah mulai dikenal di dunia, terutama di Eropa. Bali sepertinya sudah bukan prioritas lagi bagi pemerintah. Ini seperti buah simalakama. Jelas kita senang destinasi lain di Indonesia ikut terangkat. Tetapi di sisi lain, kalau sampai nama Bali merosot kan menjadi persoalan,” kata Cok Ace di kantor DPD PHRI Bali, Renon, Denpasar, Kamis (14/7/2016).

Sepuluh destinasi pariwisata prioritas yang sedang gencar dikembangkan dan dipasarkan oleh pemerintah adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Empat dari 10 destinasi itu ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Sedangkan, untuk beberapa destinasi yang lain (salah-satunya Danau Toba) dibentuk Badan Otorita dengan payung hukum berupa peraturan presiden.

Badan Otorita itu akan diisi para profesional, sehingga diharapkan ada sebuah mekanisme bisnis untuk memastikan kemajuan pariwisata di destinasi itu.

Dengan perhatian pemerintah pusat yang lebih fokus ke 10 destinasi prioritas itu,

Cok Ace berharap pemerintah daerah mendukung penguatan karakteristik atau kekhasan pariwisata Bali, yakni budaya.

Dukungan itu berupa pembiayaan, promosi dan penataan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved