Breaking News:

Tentara Gadungan yang Doyan Malak Ini Akhirnya Diringkus Kodim

Suhartono dikuntit anggota Intelijen Kodim 0833 karena laporan adanya anggota TNI yang meminta uang ke sejumlah kafe dan pengusaha di Kota Malang.

SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Aprianko Suseno (pegang kertas) dan tentara gadungan Suhartono (kaus hitam) saat rilis penangkapan tentara gadungan di Makodim 0833 Kota Malang, Sabtu (23/7/2016). 

POSBELITUNG.COM - Jajaran Kodim 0833 Kota Malang menangkap seorang anggota tentara gadungan. Tentara gadungan itu bernama Suhartono (38) warga Jl Jupri RT 011 RW 003 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Suhartono dikuntit anggota Intelijen Kodim 0833 karena laporan adanya anggota TNI yang meminta uang ke sejumlah kafe dan pengusaha di Kota Malang.

Suhartono meminta uang sambil menyodorkan proposal untuk pelaksanaan kegiatan.

Terakhir, Suhartono meminta uang untuk pengamanan perayaan Idul Fitri lalu. Suhartono mengaku sebagai anggota Kodim 0833 dan TNI AU.

"Dia mengaku sebagai anggota Kodim 0833 dengan pangkat sersan mayor. Juga mengaku anggota TNI AU dengan pangkat letnan dua," ujar Komandan Kodim 0833 Letkol Arm Aprianko Suseno dalam rilis Sabtu (23/7/2016).

Suhartono ditangkap Jumat (22/7/2016) malam di seputaran tempat wisata Wendit Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Tentara gadungan yang ditangkap pihak Kodim 0833 Kota Malang, Suhartono (38) ternyata ayah kandung pemain Arema Cronus, Syaiful Indra Cahya. Namun bapak dan anak ini tidak tinggal serumah karena kedua orang tuanya sudah berpisah.

"Sudah pisah sejak Indra SMA," ujar Suhartono saat dijumpai di Makodim 0833 Kota Malang, Sabtu (23/7/2016).

Suhartono mengakui jika anaknya pemain Arema Cronus. Bahkan sebelum ditangkap, ia meminta uang kepada sang anak dan diberi Rp 350 ribu.

Suhartono meminta uang kepada Indra di sebuah hotel di Kota Malang, sebelum Indra bertanding melawan Perseru Serui di Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/7/2016) malam. Ia kemudian ditangkap di kawasan tempat wisata Wendit Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Suhartono mengaku menjadi tentara abal-abal untuk meminta uang ke sejumlah pengusaha di Malang. Ia melakukannya sejak 2009.
Penulis: Sri Wahyunik

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved