Breaking News:

(VIDEO) Ini Lho Keindahan Danau Biru Belitung yang 'Diperebutkan' Itu

Objek wisata ini, berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif, dan belakangan menjadi perbincangan lantaran perusahaan

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kolong eks tambang kaolin atau lebih sering disebut danau biru alias danau kaolin di Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Kolong eks tambang kaolin atau lebih sering disebut danau biru alias danau kaolin di Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mejadi satu dari sekian banyak objek wisata andalan negeri laskar pelangi.

Objek wisata ini, berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif, dan belakangan menjadi perbincangan lantaran perusahaan sempat ingin memagar sebagian lokasi pariwisata yang sudah ada sejak tahun 2010 ini.

Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, telah merencanakan untuk melakukan pertemuan lebih lanjut, agar persoalan objek wisata danau biru tidak menjadi dilema kedepan. Terutama terkait tanggung jawab, mengenai kunjungan pariwisata.

"Kami sudah rencanakan, untuk komunikasi dengan perusahaan terkait itu. Karena itu juga sudah menjadi area publik, terutama membahas soal tanggung jawab itu. Dalam waktu dekat bakal di agendakan," ungkap Sanem kepada Pos Belitung, Minggu (31/7/2016).

Lokasi tambang kaolin ini, sudah menjadi trip bagi sejumlah travel atau guide, ketika membawa wisatawan berkunjung ke Belitung. Objek wisata ini, menggeliat setelah dipromosikan oleh seorang Photography lokal melalui media sosial (medsos).

Lambat laun, lokasi itu masuk didalam promosi wisata dan perusahaan tambang kini sudah mendahulukan reklamasi, dari sebagian IUP tersebut.

"Kami berharap, itu tetap dibuka untuk umum walaupun wilayah itu masuk dalam IUP, dan ada hak perusahaan agar melakukan pengelolaan dan tanjung jawab," ujarnya.

Lantaran lokasi Danau Biru tersebut, semula direncanakan untuk dilakukan pemagaran oleh PT AKU. Menurut Sanem, itu dilakukan terkait adanya pengunjung yang sering turun kebagian bawah kolong, dan membuang sampah sembarangan diseputaran lokasi tersebut.

"Itu sebetulnya, itu bisa membahayakan mereka sendiri. Kalau sampah, seharusnya sadar lah soalnya sudah disediakan tong sampah disitu. Solusinya nanti akan dibicarakan, apakah ada pengelolaan secara khusus atau bagaimana," ucapnya. (*).

Lihat videonya:

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved