Lipsus Mabuk Pembalut

Remaja di Sini Mabuk Minum Air Rebusan Pembalut Wanita

Kenakalan remaja berupa penyalahgunaan obat obatan serta menenggak minuman keras (miras) marak di Belitung Timur (Beltim).

Editor: Edy Yusmanto
bersamadakwah.net
Ilustrasi pembalut 

Ia menjelaskan, pembalut yang biasa digunakan mabuk biasanya jenis wing dan pink. Jika dikonsumsi sendiri, satu atau dua lembar pembalut. Tapi kalau berramai-ramai, biasanya merebus hingga lima lembar.

Menurut Jontor, ada dua cara mengonsumsi pembalut ini. Pertama, ditetesi menggunakan bensin atau alkohol, setelah itu dihisap dan kedua direbus.

"Ampas pembalut terkadang dibakar, namun saat udah terasa nyaman dan buru buru mau fly, sudah lupa buang ampas, lempar saja ke kotak sampah," ujarnya.

Setiap hari, kata Jontor, sekelas anak anak SMA biasanya diberi uang saku Rp 10 ribu. Ketika ingin mabuk, iuran membeli pembalut.

"Karena keseringan, bisa dibilang ya (nyandu), karena berkali kali," aku Jontor, seraya menambahkan, penyalahguna pembalut hampir semua dilakukan laki laki.

"Kalau cewek gak ada. Tapi yang mabuk obat batuk dan arak banyak," imbuhnya.

Jontor bisa terbilang belum cukup parah, ia bercerita ada kawannya yang lain, jika mabuk, seluruh badannya bergetar.

"Pernah dia buka tangki bensin. Aku pikir kenapa, lalu diisaplah bensin dari tangki," ujarnya.

Sejumlah zat terkandung di dalam produk pembalut ataupun popok. Di antaranya klorin yang dapat terkontaminasi menjadi dioksin.

Dikutip dari laman mitrainti.org, klorin digunakan pada proses pemutihan (bleaching) oleh pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad, dan popok. Klorin dilarang pada pembuatan obat ataupun makanan berdasarkan Permenkes RI No. 472/1996.

Zat zat ini terkandung pada busa pembalut yang di dalamnya terdapat semacam jel yang befungsi menahan cairan. Dari laman tersebut, YLKI sebenarnya sudah merilis hasil riset mereka berupa sembilan merek pembelaut dan tujuh merek pantyliner yang mengandung zat berbahaya, yaitu klorin dengan rentang 5 55 ppm. (o4/m3)

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Jumat (5/8/2016).

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved