Breaking News:

Lipsus Mabuk Pembalut

Remaja di Sini Mabuk Minum Air Rebusan Pembalut Wanita

Kenakalan remaja berupa penyalahgunaan obat obatan serta menenggak minuman keras (miras) marak di Belitung Timur (Beltim).

Editor: Edy Yusmanto
bersamadakwah.net
Ilustrasi pembalut 

Kujay mengaku, biasanya membeli pembalut di sebuah toko langganannya di Pasar Kelapa Kampit. Di toko ini, menjual bebas barang-barang yang bisa disalahgunakan.

"Mau obat batuk, pembalut, perekat, dan segala macam, orangnya cuek," kata Kujay sembari menambahkan mabuk menggunakan infus juga lagi trend.

Sama halnya dengan Kujay, Jontor (16), bukan nama sebenarnya sudah lebih lama merasakan sensasi mabuk pembalut.

"Sejak pertengahan tahun 2015," kata remaja yang duduk di bangku SMA kelas X ini.

Ia menjelaskan, pembalut yang biasa digunakan mabuk biasanya jenis wing dan pink. Jika dikonsumsi sendiri, satu atau dua lembar pembalut. Tapi kalau berramai-ramai, biasanya merebus hingga lima lembar.

Menurut Jontor, ada dua cara mengonsumsi pembalut ini. Pertama, ditetesi menggunakan bensin atau alkohol, setelah itu dihisap dan kedua direbus.

"Ampas pembalut terkadang dibakar, namun saat udah terasa nyaman dan buru buru mau fly, sudah lupa buang ampas, lempar saja ke kotak sampah," ujarnya.

Setiap hari, kata Jontor, sekelas anak anak SMA biasanya diberi uang saku Rp 10 ribu. Ketika ingin mabuk, iuran membeli pembalut.

"Karena keseringan, bisa dibilang ya (nyandu), karena berkali kali," aku Jontor, seraya menambahkan, penyalahguna pembalut hampir semua dilakukan laki laki.

"Kalau cewek gak ada. Tapi yang mabuk obat batuk dan arak banyak," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved