Lipsus Mabuk Pembalut

Orangtua dan Guru Lebih Peduli Pergaulan Anak

Sangat sulit mengantisipasi pola baru tersebut, dikarenakan produk yang dipakai dijual bebas, sehingga instansi manapun tak bisa melarang penjualannya

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Edy Yusmanto
aceh.tribunnews.com
Ilustrasi pembalut wanita 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Irfani juga sempat kaget membaca pemberitaan terkait penyalahgunaan pembalut dan popok bayi.

"Kami sangat mengapresiasi pemberitaan tersebut, karena membuka mata masyarakat agar lebih memperhatikan generasi muda kita. Ini kan hal baru, jadi saya kira semua pihak harus menyikapi ini," ujar Irfan.

Menurutnya, sangat sulit mengantisipasi pola baru tersebut, dikarenakan produk yang dipakai dijual bebas, sehingga instansi manapun tidak bisa melarang penjualannya. Oleh karena itu, semua pihak harus bertanggung jawab memperbaiki kondisi tersebut.

Ia menambahkan, para guru di sekolah juga harus teliti memeriksa barang barang yang dibawa siswa ke sekolah. Jika dirasa tidak diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, harus segera disikapi.

"Misalnya ada yang bawa pembalut ke sekolah, guru harus bertanya dulu. Setidaknya mendeteksi lebih dini," katanya.

Kemudian, peran aktif orangtua sangat dituntut untuk melindungi anak mereka dari pengaruh lingkungan sekitar. Terutama pergaulan mereka usai belajar di sekolah. Ia menekankan, pengawasan pada jam malam harus lebih ditingkatkan.

"Siswa itu maksimal hanya delapan jam di sekolah, sisanya di rumah. Jadi ini harus ditingkatkan lagi," ujarnya.

Ia menilai peran media sudah sangat baik mengangkat persoalan yang belum diketahui masyarakat, sehingga dirinya berharap peran serta bersama dalam melindungi masa depan generasi muda.

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Sabtu (6/8/2016).

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved