LPMP Amair Beltim Laksanakan FGD Multipihak Program Pendampingan Suku Sawang

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Penelitian (LPMP) Air Mata Air Belitung Timur menggelar Focus Group Discussion Group (FGD) Mulitipihak

LPMP Amair Beltim Laksanakan FGD Multipihak Program Pendampingan Suku Sawang
POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN
Suasana FGD Multipihak di ruang pertemuan Guest Hotel, Manggar, Selasa (9/8/2016). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Penelitian (LPMP) Air Mata Air Belitung Timur menggelar Focus Group Discussion Group (FGD) Mulitipihak, Selasa (9/8/2016).

FGD berlangsung di ruang pertemuan Guest Hotel, Manggar.

FGD itu mengangkat tema Membangun Kesepahaman dan Sinergi Para Pihak melalui Program Kerja LPMP Amair dalam Program Peduli di Masyarakat Suku Sawang Gantung.

Pada FGD ini hadir sejumlah stakeholder dari instansi terkait.

LPMP Amair sendiri merupakan Lembaga Pendamping Masyarakat yang saat ini sedang mendampingi Masyarakat Adat Suku Sawang.

Masyarakat Adat Sawang Gantong merupakan salah satu masyarakat adat lokal yang masih ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung-Kabupaten Belitung Timur.

LPMP Amair merupakan lembaga yang dipercaya oleh TAF (The Asia Foundation) dan Kemitraan Program Peduli dibawah Kemeterian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk mendampingi Masyarakat Adat Suku Sawang Gantong, dalam hal pemenuhan hak dasar serta menghilangkan stigma negatif (eksklusi sosial) yang selama ini mereka rasakan baik secara langsung maupun tak langsung.

Pada FGD tersebut, dinyatakan bahwa program penampingan LPMP Amair akan berakhir Agustus 2016. Hal ini disampaikan oleh Kades Selinsing Haryanto.

"Kamek mun dapat Pak Evan (Direktur LPMP Amair Wahyu Evan Yudhistira (red) lah seterusnya," kata seorang wanita yang merupakan perwakilan suku Sawang dalam FGD tersebut menyampaikan keinginan pihaknya agar terus mendapatkan pendampingan.

Moderator FGD Muchlis mengatakan, output FGD disebut adalah seluruh stakeholder bisa bergabung dalam Forum Multipihak Peduli Beltim.

Itu berarti Suku Sawang tidak dilepas begitu saja saat program pendampingan ini berakhir.

Suku Sawang tetap akan diperhatikan melalui Forum Multipihak Peduli Beltim.

"Dalam forum ini nanti kita bukan hanya berbicara hanya pendampingan suku sawang, tapi berbagai persoalan sosial yang ada di Beltim dan memerlukan pendampingan berbagai pihak dan stakeholder, " kata moderator dalam FGD tersebut, Muchlis. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved