Waspada! Jambret Kembali Beraksi di Belitung, Ini Korban Baru di Jalan Sijuk

Aksi penjambretan kembali terjadi di Belitung pasca penangkapan duo jambret Satria dan Anggi

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi |
facebook
Pelaku jambret ditangkap anggota Polres Belitung 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Gangguan jambret tak surut walaupun aparat kepolisian sudah menciduk dua orang pelaku penjambretan atas nama Satria (24) dan Anggi (22), beberapa waktu lalu.

Hal ini terbukti dengan adanya kejadian tindak pidana pencurian itu di negeri laskar pelangi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/8/2016) sekitar pukul 17.15 WIB di Jalan Sijuk, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

===>> Penjambretan di Jalan Sijuk Terjadi Saat Dompet Korban Diletakkan di Box Depan Motor

Korban dari penjambret tersebut yaitu, seorang wanita bernama Atika (28).

"Iya betul ada, kejadiannya itu waktu hari Sabtu Minggu kemarin. Ada laporannya masuk ke kami," ucap Kapolsek Tanjungpandan, Kompol Andi Rahmadi kepada Posbelitung.com, Kamis (11/8/2016).

Kisah Penangkapan Jambret Satria dan Anggi

Hasil terbesar yang pernah didapat Satria Reza Ariya (24) dan Anggi (22) saat menjambret Nenek Njuk (60) di Jembatan Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kamis (21/7) sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu dua pelaku memperoleh uang Rp 1 juta dan satu unit Handphone (HP). Uang tersebut dibagi dua sama rata dan HP diambil Satria untuk diberikan kepada keluarganya di Pulau Bangka.

"Itu lah, paling yang lain hanya dapat Rp 400 ribu, Rp 200 ribu, pernah juga dapat Rp 10 ribu sekali menjambret. Kalau aku tidak ngambil HP, HP semua yang ngambil dia (Satria-red) untuk dibagikan ke keluarga," kata Anggi kepada Pos Belitung, Rabu (27/7).

Anggi merupakan warga asal Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Ia melakukan penjambretan lantaran ingin memiliki uang untuk menyusul isterinya di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Anggi sudah tidak tinggal satu rumah dengan isteri dan seorang anaknya yang berusia dua tahun sejak setahun belakangan.

Ia meninggalkan istrinya lantaran tidak betah sering dipukuli sang isteri.

"Rencana duitnya itu untuk ke Bandung. Aku lah yang ninggalin istri aku, habisnya dipukulin dia mulu," kata Anggi.

Biasanya yang menjadi sasaran jambret Satria dan Anggi yakni pengendara sepeda motor perempuan.

Mereka menyatroni korban yang menyandang tas di lengan.

"Jadi lebih memudahkan kami. Setelah ambil, rampas bisa langsung kabur pakai sepeda motor," kata Anggi.

Sementara itu Satria menjembret karena berniat membantu adiknya berinisial AG (12) yang menderita radang tenggorokan sehingga membutuhkan uang lebih banyak.

Satria, warga Semabung Lama, Kecamatan Semabung Baru, Kota Pangkalpinang ini sudah tidak memiliki pekerjaan tetap.

Penyakit yang bersarang di tubuh adik Satria sudah sejak dua tahun belakangan.

"Kata dokter sih radang tenggorokan. Sudah keliling lah berobat ke dokter, tradisional. Sekarang hanya di rumah saja, sudah berhenti berobat. Rumah ada di Girimaya, belakang SMP N 8," kata Satria.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Selasa (27/7), sekitar pukul 10.00 WIB, dua orang bintara remaja (baja) bernama Bripda Achmal Subaru dan Bripda M Alkafi Oman berpatroli mengendarai sepeda motor.

Ketika melintas di Jalan Raya Sijuk, Dusun Air Rembikang, Desa Air Seru, Kecamatan Sijuk, personel Sat Sabhara Belitung'>Polres Belitung ini melihat dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor matic.

Berdasarkan ciri-cirinya, pengendara motor itu dicurigai sebagai pelaku jambret yang telah meresahkan warga sepekan belakangan.

Kedua aparat kepolisian itu kemudian mengejar orang yang dicurigai. Benar saja, si pengendara matic langsung tancap gas.

Pengejaran pun dilakukan bak film-film action hingga tiba di kawasan RSUD dr Marsidi Judono, Perawas. Seorang anggota Buser Belitung'>Polres Belitung Brigadir Dwi Septiansyah juga ikut membantu pengejaran.

"Tepatnya di kawasan RSUD, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh anggota," ucap Kapolres Belitung AKBP Sunandar kepada Pos Belitung, Selasa (26/7).

Identitas pelaku penjambretan terkuak. Keduanya adalah Satria Reza Ariya (24), warga Semabung Lama, Kecamatan Semabung Baru, Pangkalpinang dan Anggi (22), warga Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kedua pelaku kini telah diamankan aparat kepolisian di Belitung'>Polres Belitung. Mereka juga terpaksa ditempak kakinya karena berupaya kabur dari kejaran polisi.

"Kami akan tindak tegas kasus ini. Motif pelaku karena ekonomi. Sementara pelaku kami jerat Pasal 365 KUHP, dan kami masih mendalami proses ini lebih lanjut," kata Kapolres Belitung, AKBP Sunandar.

Kapolres menambahkan, barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor dan helm, cincin emas, gelang emas, tas sandang cokelat, tas besar hitam, topi merah, kain slayer penutup muka, dan lima keping kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Sempat menjambret

Sebelum tertangkap, dua bandit ternyata baru saja melancarkan aksinya di daerah Air Merbau, Tanjungpandan. Sama seperti korban-korban sebelumnya, pelaku mengincar perempuan pengendara motor yang membawa tas.

"Rata-rata wanita yang kami incar. Iya, biasa bawak pisau kater untuk motong tali tas korban. Itu motor orangtua yang aku pakai. Tadi habis jambret di Air Merbau, tapi tasnya sudah kami buang waktu kejar-kejaran tadi," ujar Anggi.

Sementara tersangka Satria mengaku baru berada di Belitung sekitar tiga minggu. Ia tinggal bersama Anggi di Jalan Tanjung Kelayang, Desa Terong, Kecamatan Sijuk.

Saat melakukan aksi kejahatan, para pelaku berbagi tugas. Satria sebagai pengemudi sepeda motor sementara Anggi berperan menarik tas korban ketika sedang lengah. Selama beraksi, keduanya mengendara sepeda motor Honda Vario Techo putih.

Pelaku penjambretan ini, tercatat sudah melakukan aksi jambret di Belitung, Belitung Timur (Beltim), dan Pangkalpinang.

Kedua pelaku merupakan sahabat yang sudah saling mengenal sejak enam bulan lalu saat bertemu di Pangkalpinang.

"Pernah kami jambret di Bangka (Pangkalpinang). Waktu itu kami nyobak pertama kali di Bangka, berhasil, habis itu baru ke Belitung dan Belitung Timur (Beltim). Aku bisa jambret, belajar dari orang Jakarta. Waktu itu aku belajar di Bangka," ucap Anggi.

Senada, Satria mengaku melakukan aksi jambret lantaran tidak memiliki pekerjaan. Saat itu, ia baru berhenti bekerja sebagai sopir lintas di Pulau Bangka.

"Tidak pernah belajar aku jambret. Itu cuma awalnya coba-coba, terus berhasil, jadi keterusan. Kebetulan juga tidak ada pekerjaan dan butuh uang," ujar Satria yang mengaku menyesali perbuatannya.

Satria mengaku terpaksa melakukan tindak kejahatan lantaran butuh biaya berobat untuk adik kandungnya di Pangkalpinang.

"Adik aku sakit, pekerjaan sudah tidak ada lagi. Ya mau gimana lagi, jadi ngenjambret lah," ucap Satria.

Menurutnya, hasil menjambret dibagi rata lalu dipergunakan membeli keperluan sehari-hari serta minuman keras.

"Tapi minumnya bersama-sama. Ya nyesel lah, ini kami lakukan karena terpaksa. Kalau aku memang belajar jambret, tapi dia (Satria) tidak. Ada sekitar empat bulan lalu lah aku belajar," ucap Anggi menimpali. (n3)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved