Breaking News:

Wanita Asal Maroko di Puncak Bertarif Tinggi, Ogah Layani Pria Pribumi

Dari kelima wanita tersebut, satu orang diantaranya sudah mengakui bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Istimewa
WNA Maroko yang diduga PSK di Puncak diamankan Petugas Imigrasi 

POSBELITUNG.COM, TANAHSAREAL - Lima Wanita warga negara asing (WNA) asal Maroko diamankan oleh Pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor.

Dari kelima wanita tersebut, satu orang diantaranya sudah mengakui bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Tadi satu orang sudah mengaku bahwa dirinya bekerja sebagai PSK, namun untuk keempat lainnya belum bisa dipastikan," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor Herman Lukman Senin (15/8/2016).

Lanjutnya, WNA yang mengaku sebagai PSK itu mematok harga tinggi untuk sekali 'main'.

"Dari lima wanita itu tadi satu orang sudah mengakui bahwa bekerja sebagai psk, dia juga mengatakan tarifnya Rp 3 juta dalam sekali kencan," tuturnya.

Herman menambahkan, dari seseorang yang sudah mengakui pekerjaannya itu mengatakan bahwa pelanggannya merupakan orang luar Indonesia.

"Jadi tadi dari seseorang yang sudah mengakui itu ngomong kalau pelanggannya bukan orang Indonesia melainkan orang luar negeri," jelasnya

Para WNA ini diamankan di dua tempat yang berbeda.

Sebelumnya pihak Kantor Imigrasi kelas 1 Bogor sudah melakukan pengintaian selama dua minggu.

"Kita melakukan pengintaian dan rupanya mereka menyewa villa seharga 50 juta di puncak untuk satu tahun," ukar Herman.

Selain mengamankan kelima wanita asal negara asing, pihak Imigrasi pun menangkap seorang pria asal negara asing yang di duga sebagai perantara.

Pria tersebut ditangkap didalam mobil ketika sedang bersama beberapa wanita yang berasal dari negara asing.

Selain itu pihak Imigrasi pun mengamankan tujuh buah telpon genggam dan dua buah pasolport maroko serta bukti pengiriman uang puluhan juta.

"Kita juga menangkap seorang pria yang diduga sebagai perantara di dalam satu mobil dengan para wanita itu, selain itu kita juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya bukti pengiriman uang puluhan juta," jelas Herman.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved