Breaking News:

BREAKING NEWS KAPAL TENGGELAM : Terkatung-katung di Tengah Laut, H Ase Hampir Ditabrak Kapal

Kami sengaja berhenti di jalur lintasan kapal biar dapat pertolongan, tapi mereka seakan-akan tidak lihat

Editor: Rusmiadi
Ilustrasi 

Laporan wartawan Bangka Pos, Riski Yuliandri

POSBELITUNG.COM, BANGKA TENGAH  - Selama terapung di laut tiga hari di tengah laut, H Ase bersama rekannya, Arman berusaha mencari pertolongan dari kapal-kapal yang melintas.

Ada beberapa kapal besar yang didekati, namun tidak satupun yang berhenti untuk memberikan pertolongan. Bahkan ada kapal yang hampir menabrak mereka saat meminta pertolongan tersebut.

"Kami sengaja berhenti di jalur lintasan kapal biar dapat pertolongan, tapi mereka seakan-akan tidak lihat padahal ABKnya (anak buah kapal) sudah melihat kami dari jendela," unkapnya, rabu (17/8/2016).

Ia bahkan menggunakan gas elpiji yang dibawa Arman untuk memberi tanda kepada kapal-kapal yang melintas.

"Tabung itu sebenarnya untuk sandaran di laut, tapi kalau ada kapal saya buka tutupnya dan saya siram pakai air jadi ke atas biar mereka lihat," jelas Ase.

Seperti dilansir sebelumnya, H Ase satu diantara korban selamat dari tenggelamnya kapal KM Kartika II, di perairan Selat Gelasa, antara Pulau Bangka dengan Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Selain H Ase, satu korban selamat yakni anak kapal (ABK) Armansyah (22) asal Desa Lenggang Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Sedangkan tiga warga Provinsi Jambi yakni Acok (35) sebagai nakhoda kapal, serta dua lainya Aldi (25) dan Sudir anak buah kapal (ABK), belum diketahui keberadaan dan nasibnya.

Kapal KM Kartika II berkapasitas 24 grosstone (GT) tersebut sebelumnya dikabarkan hilang kontak sejak Senin (15/8/2016) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dengan membawa muatan tabung elpiji sebanyak 1936 tabung ukuran 12 kilogram (kg) dan tabung gas elpiji ukuran 50 kg sebanyak 12 tabung.

Kapal dinahkodai Acok ini bertolak dari Pelabuhan Pangkalbalam, menuju Pelabuhan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, sejak Sabtu (13/8/2016).

Sebelum kapal mengalami naas tersebut diperkirakan sekitar 40 mil menuju Pelabuhan Tanjungpandan, dari kontak terakhir dengan Armansyah.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved