Breaking News:

Buset! Pencuri Ini Bilang, Kalau Tidak Mencuri Pikiran Saya Jadi Kacau

Rupanya, sejak masih berusia 12 tahun, Paul (34), sudah berani mencuri motor.

Penulis: Fery Laskari |
Bangka Pos/Ferry Laskari
Supriyanto alias Paul (34), pencuri kambuhan asal Desa Penyamun saat diintrogasi Kapolsek Sungailiat, Kamis (18/8/2016).(fly) 

POSBELITUNG.COM - Rupanya, sejak masih berusia 12 tahun, Paul (34), sudah berani mencuri motor.

Aksi itu terus dia lakukan, hingga berkeluarga dan punya satu anak. Pikirannya kacau, jika tidak mengambil barang orang lain. Paul beralasan 'penyakit' mencuri itu lantaran pengaruh guna-guna.

"Suduk ge ko ambik (sendok pun saya curi), yang penting maling," kata Paul (34), saat ditemui Bangkapos.com di Mapolsek Pemali, Kamis (18/8/2016). Gelar Paul sebagai 'si tangan panjang' tak diragukan lagi. Dia tak pilih-pilih soal barang curiannya. "Beras di pondok-pondok kebun orang pun saya ambil," kata pria bernama lengkap, Supriyanto itu blak-blakan kepada wartawan.

Beberapa aksi pencurian yang pernah dilakukan Paul, antara lain membongkar pondok kebun milik petani di Desa Pemali, Desa Penyamun dan Kelurahan Sinarbaru.
"Saya jalan kaki masuk ke kebun-kebun warga. Apa pun yang saya temui, saya ambil. Yang penting mencuri. Sebab, kalau saya tidak mencuri, pikiran saya kacau, pusing kepala saya," katanya.

Paul mengaku, sudah berbagai tempat yang pernah dia satroni. Bahkan dia tak mengelak soal reputasinya di Desa Penyamun sangat terkenal.. Namun, Paul mengaku tak perduli. "Karena saya sering maling, maka kalau ada yang hilang pasti saya yang kena (tertuduh). Saya ini mulai mencuri umur 12 tahun. Saat itu saya tidak sekolah lagi. Umur 12 tahun saya sudah maling motor orang," kata Paul polos.

Nama Paul pun tak asing lagi di Lapas Bukitsmut Sungailiat. Sudah empat kali dia menjadi penghuni Lapas itu. Aksinya kembali terulang, beberapa waktu silam, usai keluar penjara.

"Kasus kali ini saya ambil motor di kebun ubi Dusun Tutut. Saya tidak tahu siapa yang punya motor. Yang penting saya ambil motor itu. Dan ini bakal ke lima kalinya saya jadi narapidana di Bukitsemut," katanya.

Apakah kamu tidak malu dengan sebutan sebagai pencuri kambuhan? Paul terdiam saat mendengar perntayaan Bangka Pos Group kali ini. Apakah tak ada perasaan ingin tobat pada dirimu? tanya Bangka Pos berikutnya pada Paul. Beberapa detikt setelah pertanyaan ini dilontarkan, Paul membuka mulutnya. "Entahlah, saya ino kan dipucak urang (diguna-guna orang), makanya saya tetap ingin mencuri," kata Paul, beralasan rasa ingin mencuri karena guna-guna orang lain yang tak suka padanya.

Ditanya siapa orang yang tega mengguna-gunainya? Paul tak menyebut nama orang itu secara pasti. Hanyua saja, dia tahu, pelaku guna-guna berdomisili di Dusun Chungfo Bukitlayang Bakam.

"Orang yang guna-guna saya itu dari daerah Cungfo, tapi oangnya sudah mati. Mungkin orang itu kesal karena kebunnya sering saya curi," kata Paul.

Paul merasa reaksi guna-guna orang yang dimaksud padanya hingga kini belum dapat dia obati. Selama itu pula, perasaan ingin mencuri selal muncul di benaknya. Namun saat berada di ruang tahanan ata Lapas Bukitsemut, perasaan ingin mencuri seolah sirna. Apalagi menurutnya, di dalam tahanan tak ada barang yang pantas unuk diambil.

Lalu kenapa kamu tak mau mencuri kolor teman sesama tahanan di ruang tahanan? Kan kamu bilang pusing kalau tak mencuri? Tanya Bangka Pos Group pada Paul.

Mendengar pertanyaan ini, Paul tertawa lebar-lebar hingga gigi ompongnya terlihat jelas. "Ha..ha..ha, dak mungkinlah pak," katanya, terpingkal-pingkal mendengar guyonan ini.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved